jpnn.com, SURABAYA - Kapolrestabes Surabaya Kombes M Luthfie mengaku akan memburu satu orang debt collector (DC) yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) pada kasus dugaan pembacokan dua petugas valet di di kawasan Jalan Basuki Rahmat, Sabtu (25/7).
Kepastian itu disampaikan dihadapan ratusan massa aksi dari Arus Bawah PSHT yang menggelar demonstrasi di Mapolrestabes Surabaya, Jumat (31/7).
BACA JUGA: Kuasa Hukum PSHT Laporkan Kasat Intelkam Polres Madiun Kota ke Propam Mabes Polri
Dia menyebut bahwa kepolisian tidak memberikan ruang bagi masyarakat yang melakukan aksi premanisme di Kota Pahlawan.
"Kami yakinkan bahwa proses penyidikan terhadap para pelaku kami lakukan secara transparan. Saat ini pelaku sudah tertangkap satu orang berinisial S. Satu orang lagi masih DPO," kata Luthfie.
BACA JUGA: Sengketa Internal Selesai, Muhammad Taufiq Sah Ketum PSHT
Menurutnya, seluruh pelaku yang terlibat dalam aksi pembacokan akan diproses sesuai hukum yang berlaku.
Dia bahkan meminta masyarakat, termasuk keluarga besar PSHT, ikut mengawal jalannya penyidikan.
BACA JUGA: Minta Pelaku Pembacokan Ditangkap, Massa Pesilat Demo di Polrestabes Surabaya
“Saya minta bantuan rekan-rekan sekalian. Kami sudah juga sudah mencari yang satu lagi ini. Tolong nanti dibantu apabila ada informasi di mana yang bersangkutan tolong informasikan ke kami. Bisa mengirim pesan melalui instagram Luthfie.daily," tegasnya.
Sementara Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP David Manurung menyampaikan telah mengantongi identitas pelaku DPO yakni berinisial P.
"Sudah. Ini berdasarkan alat bukti rekaman video CCTV yang didapatkan oleh penyidik. Inisial P," kata David.
Usai mendengar pernyataan tersebut, ratusan massa kelompok pesilat membubarkan diri. Rombongan pulang mengendarai sepeda motor, dan kendaraan roda empat, mengakhiri unjuk rasa dengan aman, tertib dan lancar. (mcr23/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Andhini Ayu, Pesilat Putri Jambi Lulus ke Semifinal PON Bela Diri
Redaktur : Elfany Kurniawan
Reporter : Ardini Pramitha




