Gelombang Pesilat yang Datangi Markas DC di Surabaya Sudah Bubar

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Gelombang massa dari kelompok silat yang mendatangi markas debt collector (DC) di Jalan Teuku Umar, Surabaya, Jumat (31/7) telah membubarkan diri. Kini, lalu lintas di sekitar lokasi telah lancar.

Pantauan kumparan, massa aksi sempat mendatangi markas DC di kawasan Jalan Teuku Umar, Surabaya, sekitar pukul 16.00 WIB. Mereka kemudian memblokade Jalan RA Kartini yang jaraknya sekitar 200-300 meter dari markas DC.

Namun, kedatangan mereka dihalau oleh aparat gabungan TNI dan Polri yang telah berjaga di sekitar Jalan Teuku Umar.

Massa aksi sempat bersitegang dengan aparat karena ingin merangsek ke markas DC. Lalu, mereka melakukan aksi pelemparan mulai dari batu, kayu hingga botol air mineral.

Aparat kemudian meredam massa agar tidak melakukan tindakan kericuhan. Massa lalu bertahan di Jalan RA Kartini. Hingga pukul 17.30 WIB, akhirnya massa mulai meninggalkan lokasi perlahan.

Seiring bubarnya massa, situasi lalu lintas di sekitar Jalan Teuku Umar lancar.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, mengatakan bahwa pengamanan aksi ini berjalan lancar.

"Saya selesai melaksanakan ini pengamanan, Alhamdulillah semuanya bisa berjalan dengan kondusif. Intinya teman-teman tadi minta kejelasan tentang proses hukum yang berjalan terhadap pelaku yang melakukan pembacokan," kata Luthfie di lokasi.

Aksi ini diduga buntut peristiwa pembacokan debt collector (DC) kepada petugas valet di kawasan Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, Sabtu (25/7) dini hari.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Misi Kurniawan Dwi Yulianto saat Pimpin Indonesia All Stars Hadapi Aston Villa, Legenda Garuda Tak Pentingkan Kemenangan
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Prabowo Akan Anugerahkan Tanda Jasa ke Sejumlah Tokoh saat HUT Ke-81 RI
• 7 jam laluokezone.com
thumb
Perusahaan Bisa Bangkrut Kalau Pakai AI, CEO Microsoft Sudah Ingatkan
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kemensos Terbitkan Kartu Penyandang Disabilitas Virtual
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
Barantin Gagalkan Peredaran 75.992 Benih Sawit Ilegal, Potensi Kerugian Petani Capai Rp42 Miliar per Tahun
• 3 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.