Kisah Auliya, Peserta Disabilitas Asal Medan yang Lulus Diklat SPPI Kopdes

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Di tengah barisan peserta yang mengikuti Upacara Penutupan Pendidikan dan Latihan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (31/7), Muhammad Auliya Ansori berdiri dengan cerita yang berbeda.

Pria asal Medan, Sumatera Utara, itu menjadi satu-satunya peserta penyandang disabilitas di satuan pendidikannya yang berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian diklat.

Auliya mengikuti pendidikan di Pusat Bahasa Kodiklat TNI Angkatan Udara, Subang. Selama menjalani pendidikan, ia mengemban formasi sebagai Penjamin Mutu untuk program Kampung Nelayan Merah Putih.

"Itu yang berkebutuhan khusus atau difabel itu saya sendiri, seorang," kata Auliya kepada wartawan usai upacara penutupan.

Keputusan mengikuti SPPI bukan tanpa alasan. Lulusan Manajemen Sumber Daya Perairan Universitas Sumatera Utara itu mengaku memiliki kedekatan dengan kehidupan masyarakat pesisir sejak masih duduk di bangku kuliah. Pengalaman tersebut mendorongnya untuk ikut berkontribusi dalam program prioritas nasional Kampung Nelayan Merah Putih.

"Saya merupakan seorang Sarjana Perikanan di mana saya mendapatkan banyak pengalaman selama kuliah terkait dengan kehidupan masyarakat pesisir, sehingga saya ingin berkontribusi khususnya pada program prioritas nasional yaitu program Kampung Nelayan Merah Putih ini," tegasnya.

Selama mengikuti diklat, Auliya menjalani dua tahapan utama pendidikan, yakni Pendidikan Bela Negara selama sekitar 30 hari dan pendidikan manajerial selama 15 hari yang disesuaikan dengan formasi masing-masing peserta. Sebagai calon Penjamin Mutu, ia mempelajari penguatan kualitas dan daya saing produk hasil perikanan.

Meski memiliki keterbatasan fisik, Auliya mengaku tidak merasa diperlakukan berbeda. Menurutnya, para pelatih dan pembina menerapkan pendekatan yang mengedepankan sisi kemanusiaan dengan menyesuaikan aktivitas berdasarkan kemampuannya.

"Apabila saya menyanggupi, maka saya ikut. Apabila tidak, maka saya mengikuti arahan dari pelatih, seperti itu," kata dia.

Bekal yang diperoleh selama diklat ingin ia terapkan saat mulai bertugas di lapangan. Auliya berharap dapat membantu meningkatkan kualitas produk unggulan dari setiap Kampung Nelayan Merah Putih agar memiliki daya saing lebih tinggi dan distribusinya semakin luas.

"Yang ditekankan dari Kampung Nelayan Merah Putih ini adalah penguatan daya saing produk seperti itu. Jadi nantinya produk-produk yang memiliki nilai potensial dari suatu daerah Kampung Nelayan Merah Putih, maka bisa akan ditingkatkan ataupun didistribusikan lebih baik seperti itu," ujar Auliya.

Baginya kelulusan dari SPPI bukan sekadar menyelesaikan pendidikan. Kesempatan itu menjadi langkah awal untuk mengabdikan ilmu yang dimilikinya kepada masyarakat pesisir sekaligus membuktikan bahwa keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang untuk berkontribusi dalam pembangunan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
6 Kecamatan dan 9 Desa di Lumajang Dilanda Kekeringan, Warga Andalkan Bantuan Air Bersih
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Ashmore (AMOR) Kembali Perpanjang Buyback Rp7 Miliar hingga Akhir Oktober
• 13 jam laluidxchannel.com
thumb
Qualcomm Naikkan Harga Chipset Snapdragon, Harga HP Android Berpotensi Ikut Melambung
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Laba Emiten Hapsoro Rukun Raharja (RAJA) Naik Jadi Rp 410 Miliar, Apa Pemicunya?
• 10 jam lalukatadata.co.id
thumb
DK PBB gelar jajak pendapat untuk pilih calon Sekjen yang baru
• 1 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.