DPRD Kota Bogor Minta Penyaluran Bansos APBD Tidak Sepenuhnya Mengacu DTSEN Selama Data Disempurnakan

pantau.com
18 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Komisi IV DPRD Kota Bogor meminta penyaluran bantuan sosial (bansos) yang dibiayai APBD tidak sepenuhnya mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) selama proses penyempurnaan data masih berlangsung agar masyarakat yang berhak tidak kehilangan akses terhadap bantuan.

Permintaan tersebut disampaikan dalam rapat kerja bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bogor, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Bagian Kesejahteraan Rakyat, dan Dinas Kesehatan.

DPRD Dorong Evaluasi Penyaluran Bansos

Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor Fajar Muhamad Nur mengatakan pihaknya meminta penjelasan dari BPS mengenai variabel dan pengelompokan desil penerima bantuan.

Ia mengungkapkan, "Kami meminta keterangan dari BPS terkait variabel dan pengelompokan desil. Rekomendasi kami adalah mengevaluasi kembali program bantuan yang dibiayai APBD agar tidak sepenuhnya mengacu pada parameter data sensus nasional, sehingga hak masyarakat tidak hilang."

Fajar menjelaskan penyempurnaan DTSEN diperkirakan masih membutuhkan waktu sekitar tiga hingga enam bulan.

Selama proses pembaruan data berlangsung, pemerintah daerah dinilai perlu memiliki ruang diskresi agar warga yang layak tetap memperoleh bantuan.

Ia menambahkan Pemerintah Kota Bogor telah mengalokasikan anggaran untuk verifikasi lapangan melalui Dinas Sosial.

Verifikasi lapangan tersebut bertujuan meningkatkan akurasi data penerima bantuan.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Bogor Subhan mengatakan terdapat selisih sekitar 20 ribu warga antara data Kota Bogor dan data nasional.

Menurut Subhan, data daerah perlu dioptimalkan dalam penyaluran bantuan sosial agar lebih sesuai dengan kondisi di lapangan.

BPS Jelaskan Perubahan Desil Bersifat Dinamis

Statistisi Ahli Muda BPS Kota Bogor Ferry Maurist menjelaskan perubahan desil penerima bantuan bersifat dinamis.

Ia mengungkapkan, "Perubahan desil dipengaruhi oleh kondisi sosial ekonomi masyarakat."

Ferry menjelaskan proses pemeringkatan dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat nasional, provinsi, hingga daerah.

Ia menambahkan masyarakat dapat memanfaatkan fitur Usul Sanggah pada aplikasi Cek Bansos untuk mengajukan pembaruan atau sanggahan apabila terdapat ketidaksesuaian data sosial ekonomi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kenang Hoegeng, Kapolri Bicara Pentingnya Polisi Berintegritas Tanpa Diawasi
• 17 jam laludetik.com
thumb
Oknum Jaksa Dilaporkan ke Polda Jambi Atas Dugaan Penipuan
• 22 jam lalujpnn.com
thumb
Ancaman Hukuman Mati untuk Pilot Malaysia Pembawa 26 Kg Narkoba ke RI
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Purbaya Tunggu Arahan Prabowo soal Tambahan Anggaran 490 Pemda
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pemuda Asal Bangkalan Divonis 4 Bulan Penjara Usai Terbukti Curi Uang Rp5.000 | BORGOL
• 34 menit lalukompas.tv
Berhasil disimpan.