Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang mengungkap selain ratusan siswa SMKN 6 Semarang yang diduga keracunan makan bergizi gratis (MBG) juga ada guru. Selain itu, ada 14 guru juga diduga mengalami keracunan.
"Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 707 orang mengalami gejala, terdiri atas 693 siswa dan 14 guru," kata Kepala Dinkes Kota Semarang, Mochamad Abdul Hakam, dilansir detikJateng, Sabtu (1/8/2028).
Hakam menyebut, sebanyak 689 orang mendapat penanganan di sekolah. Adapun sembilan orang lainnya dirujuk ke Puskesmas Halmahera hingga RSUD KRMT Wongsonegoro.
"Dari jumlah tersebut, 698 orang mendapatkan penanganan langsung di lokasi, sedangkan 9 orang dirujuk ke Puskesmas Halmahera, RSUD KRMT Wongsonegoro, RST Bhakti Wira Tamtama, dan Puskesmas Bangetayu untuk menjalani observasi lebih lanjut," sebutnya.
Hakam menyebut pihaknya memastikan seluruh korban mendapat penanganan yang tepat. Selain itu, Dinkes menyelidiki dan mengambil sampel makanan untuk diperiksa di laboratorium.
Dinkes juga menjalin koordinasi dengan SMKN 6 Semarang, SPPG Kota Semarang Timur atau Karangturi, Yayasan Putra Maju Mapan Mandiri, serta lintas sektor terkait guna mempercepat proses penelusuran.
"Sebagai langkah kehati-hatian, distribusi makanan dari penyelenggara SPPG terkait dihentikan sementara hingga proses penyelidikan epidemiologi dan pemeriksaan laboratorium selesai dilakukan," ungkapnya.
Baca selengkapnya di sini.
(aik/aik)





