Kenapa Jogja Punya Dua Stasiun Utama Kereta Api yang Hampir Menempel? Ini Sejarahnya

liputan6.com
2 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Bagi pengguna kereta api yang datang ke Yogyakarta, keberadaan dua stasiun besar yang lokasinya berdekatan mungkin terasa unik. Hanya berjarak sekitar satu kilometer, Stasiun Yogyakarta atau Stasiun Tugu dan Stasiun Lempuyangan sama-sama menjadi pintu masuk perjalanan kereta api di Kota Gudeg.

Namun, siapa sangka keberadaan dua stasiun tersebut bukan dibangun secara bersamaan. Keduanya lahir dari kepentingan perusahaan kereta api yang berbeda pada masa kolonial Belanda.

Advertisement

BACA JUGA: Sepekan Jelang Lebaran, Kepadatan Arus Mudik Mulai Terasa di Stasiun Lempuyangan Yogyakarta

Jauh sebelum Stasiun Tugu berdiri, Yogyakarta sudah memiliki Stasiun Lempuyangan. Stasiun yang berada di kawasan Danurejan itu dibangun oleh perusahaan kereta api swasta Belanda, Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM).

Dalam buku Sejarah Perkeretaapian Indonesia Jilid I karya Tim Telaga Bakti Nusantara dan Asosiasi Perkeretaapian Indonesia (API), perkembangan kereta api di Hindia Belanda pada awalnya banyak dilakukan oleh perusahaan swasta.

NISM menjadi salah satu perusahaan yang membangun jaringan kereta api dari Semarang menuju wilayah Vorstenlanden yang meliputi Yogyakarta dan Surakarta.

Pembangunan jalur tersebut tidak lepas dari kepentingan ekonomi kolonial. Saat itu, wilayah Vorstenlanden menjadi salah satu pusat produksi komoditas perkebunan seperti gula dan tembakau yang perlu dikirim menuju pelabuhan Semarang.

Ketika jaringan NISM mencapai Yogyakarta, perusahaan tersebut membangun Stasiun Lempuyangan. Stasiun ini mulai beroperasi pada 10 Juni 1872 dan menjadi stasiun kereta api pertama di Kota Yogyakarta.

Dinas Kebudayaan Yogyakarta mencatat, “Bangunan stasiun Lempuyangan merupakan peninggalan masa Belanda dan sejak kemerdekaan digunakan oleh PT KAI.” Nama Lempuyangan sendiri berasal dari lokasi stasiun tersebut, yakni Kampung Tegal Lempuyangan.

Beberapa tahun setelah Stasiun Lempuyangan berdiri, pemerintah kolonial melalui perusahaan kereta api negara Staatsspoorwegen (SS) membangun stasiun baru di sisi barat. Stasiun tersebut kemudian dikenal sebagai Stasiun Tugu atau Stasiun Yogyakarta dan mulai beroperasi pada 1887.

Kini, Stasiun Lempuyangan sudah ditetapkan sebagai Bangunan Stasiun Cagar Budaya berdasarkan SK Gubernur No. 120/KEP/2010 dan Perda DIY No 188 Tahun 2014.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Komisi I soal Yonif di Kawasan Hutan: Perkuat Pertahanan, Tetap Jaga Lingkungan
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
BRI Multiguna Karya bantu orang tua kelola biaya pendidikan anak tanpa ganggu stabilitas keuangan
• 20 jam laluantaranews.com
thumb
Babak Baru Kasus Kuota Haji, Berkas Yaqut hingga 3 Tersangka Lain Dilimpahkan ke PN Jakpus
• 9 jam laludisway.id
thumb
Lesunya Industri Gim Jadi Beban Baru, Apple Cari Mesin Uang Baru
• 21 jam lalukatadata.co.id
thumb
Udara Jakarta Terburuk Keempat di Dunia pada Jumat Pagi
• 23 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.