Sabtu, BMKG: Mayoritas kota besar alami berawan-hujan ringan

antaranews.com
8 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini berupa potensi hujan ringan, sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang di berbagai kota besar di Indonesia pada Sabtu.

Dikutip dari laman resmi BMKG di Jakarta, prakirawan Afif Shalahuddin menerangkan secara umum daerah konvergensi memanjang di Selat Malaka, pesisir barat Sumatera Utara, pesisir barat Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan barat, Maluku, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.

Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah yang dilewati konvergensi atau konfluensi.

Oleh karena itu, pihaknya memprakirakan salah satu kota besar akan berpotensi mengalami hujan sedang hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang, yakni di wilayah Tanjung Selor.

Sementara itu, beberapa kota besar lainnya akan mengalami hujan ringan hingga sedang, yaitu wilayah Banda Aceh, Medan, Tanjung Pinang, Padang, Bengkulu, Serang, Bandung, Semarang, Pontianak, Mamuju, Ambon, Manokwari, Nabire, Jayapura dan Merauke.

Baca juga: Wilayah Jakarta diperkirakan cerah berawan pada Sabtu

Adapun kota besar yang diprakirakan hanya akan mengalami kondisi berawan pada hari ini, yakni wilayah Pekanbaru, Jambi, Pangkal Pinang, Palembang, Bengkulu, Jakarta, Yogyakarta, Banjarmasin, Palangkaraya, Denpasar, Mataram, Kupang, Makassar, Kendari, Palu, Gorontalo, Manado, Ternate, dan Sorong.

Sebelumnya pada Kamis (30/7), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau para pengelola Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di seluruh Indonesia untuk merencanakan penggunaan air secara terukur, guna mengantisipasi lonjakan beban listrik selama fenomena El Nino.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan dalam konferensi pers di Jakarta menyampaikan lonjakan konsumsi energi nasional kerap terjadi bersamaan dengan penurunan cadangan air waduk saat cuaca panas hingga kekeringan melanda.

"Informasi mengenai curah hujan sangat penting untuk menentukan rencana penggunaan air di PLTA-PLTA. Biasanya cuaca panas itu memicu lonjakan konsumsi energi, sehingga informasi iklim ini sangat digunakan untuk menentukan langkah-langkah antisipasinya," kata Ardhasena.

Baca juga: BPBD: Waspada hujan lebat di Cianjur selama 3 hari ke depan

Baca juga: Bibit Siklon Tropis 94W picu potensi hujan di sejumlah wilayah


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Juara dunia WBC Caroline Verye diuji petinju tak terkalahkan Ferreira
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Pesan Mardiono kepada Anggota Fraksi PPP di DPRD
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Viral Balita Dianiaya Ayah Kandung di Bandung Barat! 2 Orang Ditangkap
• 50 menit lalukompas.tv
thumb
Dugaan Korupsi Seragam Sekolah Rp16 Miliar, Polda Sulsel Sisir Kantor Dinas Pendidikan Gowa
• 4 jam lalueranasional.com
thumb
Polda Metro Jaya Mengembalikan 67 Kendaraan Hasil Ungkap Kasus Curanmor kepada Pemilik Sah
• 16 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.