Kemarin, seputar pemisahan anggaran MBG-distribusi 5 juta buku

antaranews.com
12 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Beberapa peristiwa humaniora terjadi di Tanah Air di sepanjang hari Jumat (31/7). Di antaranya, Kepala BGN mengatakan anggaran MBG tak hentikan program pemerintah lainnya hingga Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mendistribusikan 5,54 juta buku bacaan ke 24.609 sekolah di Indonesia

Berikut rangkuman berita selengkapnya yang masih menarik untuk dibaca.

Kepala BGN: Anggaran MBG tak hentikan program pemerintah lainnya

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono menegaskan bahwa pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak berarti menghabiskan seluruh anggaran negara atau menghentikan program pemerintah lainnya.

"Saya gemas juga melihat komentar di media sosial seolah-olah MBG ini menghabiskan anggaran negara. Terus seolah-olah ini kurang, itu kurang. Padahal, program-program lain tetap dikerjakan," ujar Sudaryono dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala BGN untuk meluruskan anggapan yang berkembang di media sosial bahwa anggaran negara banyak terserap untuk MBG, sehingga menyebabkan program lain, seperti penyediaan pupuk, perbaikan sekolah, irigasi, hingga pembangunan jembatan, tidak berjalan.

Selengkapnya baca di sini

Komisi X nilai pemisahan anggaran MBG dari pos pendidikan tepat

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian menilai pemisahan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pos anggaran pendidikan sebagaimana putusan Mahkamah Konstitusi (MK) merupakan langkah yang tepat.

Lalu dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, mengatakan pembiayaan MBG yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia perlu diatur secara proporsional agar tidak mengurangi anggaran pendidikan.

"MBG merupakan program yang baik dan memiliki tujuan mulia untuk meningkatkan kualitas SDM. Namun, pembiayaannya perlu ditempatkan secara proporsional sehingga tidak mengurangi alokasi yang seharusnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional pendidikan," ucap dia.

Selengkapnya baca di sini

Temukan ribuan akun VA SPPG, BGN kembalikan uang negara Rp311,2 miliar

Badan Gizi Nasional (BGN) mengembalikan uang negara sebesar Rp311.246.295.184 yang berasal dari penelusuran 414 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.

"Sehingga kami mengembalikan uang negara, uang rakyat sebanyak Rp311.246.295.184 dari sisiran kami hasil penelusuran yang kami temukan dari 414 SPPG atau dapur," kata Kepala BGN Sudaryono dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat.

Dana tersebut disita dari ribuan akun rekening virtual (VA) milik 414 SPPG.

Selengkapnya baca di sini

5,54 juta buku bacaan didistribusikan ke 24.609 sekolah di Indonesia

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI mulai mendistribusikan sebanyak 5,54 juta eksemplar buku bacaan bermutu ke 24.609 sekolah tingkat SD dan SMP di seluruh Indonesia, untuk meningkatkan dan menguatkan literasi pelajar di Indonesia.

Pelepasan truk yang mendistribusikan buku bacaan dilakukan secara simbolis oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti melalui prosesi pemecahan kendi di halaman PT Pura Barutama Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Jumat (31/7).

Acara tersebut dihadiri Direktur PT Pura Barutama Bambang Handoko, Bupati Kudus Sam'ani Intakoris, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI Hariqo Wibawa Satria.

Selengkapnya baca di sini


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mengapa Wajah Bisa Terlihat Lebih Tua dari Usia Sebenarnya? Ini Penjelasannya
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Petugas tangani bus Gunung Harta terbakar di Jalan Tol Madiun-Nganjuk
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Kebakaran Hutan di Inggris Nyaris Menyambar Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Sembilan Hari Berlalu, Misteri Kematian Sutrimo Tak Kunjung Terungkap
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Retno Marsudi: Perubahan Iklim Perburuk Krisis Air dan Ancam Pencapaian Target SDGs
• 5 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.