JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah Surabaya, Jawa Timur, mal di bawah naungan Pakuwon Group di Jakarta juga memasang pagar, salah satunya Mal Kota Kasablanka (Kokas) di Jakarta Selatan.
Pemasangan pagar tersebut memunculkan beragam asumsi di media sosial.
Sejumlah warganet menduga langkah itu dilakukan sebagai antisipasi terhadap rencana demonstrasi besar yang disebut-sebut akan berlangsung pada Agustus.
Baca juga: Mal Kota Kasablanka Dipasangi Pagar, Ada Apa?
Namun, dugaan itu dibantah baik oleh pihak pengelola mal maupun Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI).
Mereka menegaskan pemasangan pagar dilakukan untuk kepentingan ketertiban dan keamanan, bukan karena mengantisipasi aksi demonstrasi.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai pemasangan pagar merupakan bentuk kekhawatiran pengelola mal.
Baca juga: Pagar Gedung Blok M Plaza Jaksel Diperbaiki, Disebut Bakal Ditinggikan
Meski memahami alasan tersebut, ia menilai kekhawatiran itu berlebihan dan menyatakan akan meminta pagar-pagar itu dilepas.
"Mungkin bagian dari kekhawatiran. Tetapi nanti pada saatnya pasti saya akan minta untuk pagar-pagar itu dilepas kembali," ujar Pramono di Blok M Hub, Jakarta Selatan, Jumat (31/7/2026).
Menurut Pramono, kekhawatiran tersebut berkaitan dengan kerusuhan saat demonstrasi pada Agustus 2025. Namun, ia meyakini peristiwa serupa tidak akan terulang.
"Ya kekhawatiran seperti bulan Agustus tahun lalu, tapi mudah-mudahan enggak. Saya yakin enggak, saya yakin enggak," kata dia.
Mal Kasablanka dipagari
Wajah depan Mal Kota Kasablanka, Tebet, Jaksel, tampak berbeda pada Jumat sore.
Pagar besi berwarna putih kini terpasang di bagian depan mal sepanjang kurang dari 100 meter.
Pagar tersebut memiliki tinggi sekitar 2,5 meter dan dipasang di atas pagar beton yang sebelumnya sudah mengelilingi area mal.
Keberadaan pagar baru itu menarik perhatian warga. Sebagian berhenti untuk memotret, sementara lainnya menoleh cukup lama ke arah pagar.