CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Ketua Umum PSSI Erick Thohir menjelaskan alasan mendukung FIFA di tengah polemik proposal FIFA Forward Enterprise (FFE) yang memuat rencana pembentukan perusahaan untuk mengelola hak komersial kompetisi FIFA, termasuk membuka peluang penjualan saham Piala Dunia kepada investor swasta.
Menurut Erick, hubungan baik dengan FIFA telah memberikan dampak nyata terhadap perkembangan sepak bola Indonesia.
Karena itu, ia menilai dukungan kepada badan sepak bola dunia tersebut merupakan bentuk apresiasi atas kontribusi yang telah diberikan.
"Sepak bola kita bisa meraih banyak prestasi seperti sekarang karena masyarakat, pemerintah, dan FIFA hadir bersama-sama. Kita harus berterima kasih, terutama kepada FIFA," kata Erick di Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Erick menyoroti dukungan FIFA setelah tragedi Stadion Kanjuruhan di Malang pada 2022. Ia menilai komunikasi yang baik antara pemerintah Indonesia, PSSI, dan FIFA menjadi faktor penting sehingga sepak bola nasional terhindar dari sanksi berat.
"Kalau tidak ada kesepakatan saat itu, hari itu kita mungkin tidak memiliki tim nasional maupun kompetisi sepak bola seperti sekarang," ujarnya.
Ia juga mengungkapkan komitmen FIFA dalam mendukung pengembangan sepak bola Indonesia.
Selain membuka kantor perwakilan FIFA di Indonesia, badan sepak bola dunia itu menggelar sekitar 13 hingga 15 program pengembangan setiap tahun dengan nilai investasi mencapai 1 hingga 2 juta dolar AS yang disalurkan langsung untuk pelaksanaan kegiatan.
Sementara itu, Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan bahwa FIFA Forward Enterprise (FFE) masih sebatas proposal yang dibuka untuk dibahas bersama seluruh asosiasi anggota, bukan keputusan yang bersifat mengikat.
"FFE sejatinya adalah sebuah proposal, sebuah tawaran. Itu merupakan bagian dari proses demokratis. Sebuah proses konsultasi, dan yang terpenting, itu adalah sebuah peluang, bukan kewajiban," kata Infantino.
Ia menjelaskan pembentukan perusahaan tersebut bertujuan mengoptimalkan pengelolaan hak komersial kompetisi FIFA agar mampu menghasilkan sumber pendanaan baru untuk mempercepat pengembangan sepak bola di berbagai negara.
Meski demikian, Infantino kembali menegaskan bahwa setiap asosiasi anggota bebas menentukan sikap karena proposal tersebut tidak bersifat wajib.




