PT Pertamina (Persero) menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax menjadi Rp15.950 per liter mulai 1 Agustus 2026. Berdasarkan laman resmi Pertamina, perusahaan melakukan penyesuaian harga untuk sejumlah jenis BBM nonsubsidi.
Di wilayah Jabodetabek, harga Pertamax turun dari Rp16.250 per liter pada Juli 2026 menjadi Rp15.950 per liter. Pertamax Green juga turun dari Rp17.000 per liter menjadi Rp16.600 per liter.
Melansir Antara, Sabtu (1/8/2026), penurunan harga ini menjadi yang pertama sejak Pertamax dan Pertamax Green mengalami kenaikan pada 10 Juni 2026, setelah sebelumnya pemerintah menahan harga BBM yang terdampak lonjakan harga akibat perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.
Selain Pertamax dan Pertamax Green, harga Pertamax Turbo juga mengalami penurunan. BBM jenis itu turun dari Rp19.300 per liter menjadi Rp18.300 per liter.
Namun, harga Dex Series atau BBM jenis solar nonsubsidi di wilayah Jabodetabek tidak berubah. Harga Dexlite CN 51 tetap Rp19.700 per liter, sementara Pertamina Dex CN 53 tetap Rp21.150 per liter.
Harga BBM penugasan dan subsidi juga tidak mengalami perubahan. Pertalite tetap Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar tetap Rp6.800 per liter.
Pertamina menyebut penyesuaian harga tersebut dilakukan untuk mengimplementasikan Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022, sebagai perubahan atas Kepmen Nomor 62 K/12/MEM/2020.
Kepmen itu mengatur formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran BBM umum jenis bensin dan minyak solar yang disalurkan melalui stasiun pengisian bahan bakar umum. (ant/bil/iss)




