Viral Video Ayah Kandung Aniaya Anak 5 Tahun di Bandung Barat sampai Luka dan Trauma 

rctiplus.com
5 jam lalu
Cover Berita
Viral Video Ayah Kandung Aniaya Anak 5 Tahun di Bandung Barat sampai Luka dan Trauma Nasional | inews | Sabtu, 1 Agustus 2026 - 10:32Dengarkan Berita

BANDUNG BARAT, iNews.id - Kasus penganiayaan balita 5 tahun di Kabupaten Bandung Barat viral di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat aksi seorang ayah kandung yang diduga melakukan kekerasan terhadap anaknya.

Peristiwa penganiayaan itu diketahui terjadi di Desa Cintaasih, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat. Pelaku berinisial D (28) kini telah ditangkap untuk menjalani proses hukum atas perbuatannya.

Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami sejumlah luka fisik akibat pemukulan dan penjambakan. Selain luka di beberapa bagian tubuh, korban juga mengalami trauma sehingga membutuhkan pendampingan psikologis.

Ibu korban, Rika (23), mengatakan penganiayaan terhadap anaknya terjadi pada Minggu (26/7/2026). Dia menduga aksi kekerasan dilakukan lantaran pelaku kesal lantaran korban tidak mau pulang diajak pulang dari rumah neneknya untuk dibawa ke kediaman sang ayah.

Baca Juga:Melihat Peragaan Kolone Senapan Berbentuk '80 Tahun Polri' di Hari Bhayangkara

"Saya sama suami sudah pisah, anak tinggal di sana (rumah suami). Adeknya enggak mau pulang, kan dia dibawa pulang ke rumah mamah saya ke sini, dibawa lagi sama bapaknya, adeknya tidak mau, dipaksa," kata Rika saat ditemui di rumahnya, Kampung Gintung, Desa Cibenda, Kecamatan Cipongkor, Bandung Barat dikutip dari iNews Bandung Raya, Jumat (31/7/2026).

Menurut Rika, aksi penganiayaan terjadi di rumah mantan suaminya di Desa Cintaasih. Saat kejadian, korban mengalami pemukulan hingga penjambakan yang menyebabkan luka di bagian wajah dan paha.

"Hidungnya juga mengeluarkan darah akibat dari pukulan. Kalau luka di bagian pipi, kiri kanan, paha kanan," katanya.

Rika mengungkapkan, mantan suaminya diduga sudah beberapa kali melakukan kekerasan terhadap anaknya. Dia menyebut D memiliki sifat temperamental dan kerap melakukan tindakan kasar.

"Memang dari dulu memang tempramental, ringan tangan, suka mabuk. Pas rumah tangga juga sering gitu (menyiksa)," tuturnya.

Saat ini, kondisi korban mulai membaik dan sudah kembali beraktivitas seperti bermain. Namun, Rika masih khawatir kejadian tersebut meninggalkan trauma mendalam yang belum terlihat.

Baca Juga:KDRT Maut di Simalungun, Suami Aniaya Istri hingga Tewas di Rumah Kontrakan

Kepala Puskesmas Cipongkor, KBB Yuyun Sarihotima mengatakan korban penganiayaan perlu mendapatkan pemulihan trauma atau trauma healing. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu korban memulihkan kondisi psikologisnya.

Yuyun menyebut pemeriksaan secara berkala masih diperlukan untuk mengetahui tingkat trauma yang dialami korban. Dari pemeriksaan awal, korban masih terlihat belum sepenuhnya responsif saat diajak berkomunikasi.

"Tadi ditanya sama kita si adeknya masih terlihat bingung, respons sih respons tapi agak acuh, itu apakah posisinya ketakutan, atau memang tidak kenal," ucapnya.

Secara fisik, kata Yuyun, korban masih terlihat mengalami luka lebam di sejumlah bagian tubuh, terutama area wajah dan paha.

Kasus penganiayaan anak balita di Bandung Barat ini kini ditangani pihak kepolisian. Pelaku berinisial D telah diamankan untuk mempertanggungjawabkan dugaan kekerasan yang dilakukan terhadap anaknya.

#jabar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PM Pakistan Apresiasi Rencana Pelucutan Senjata dalam Konflik Gaza
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Erick Thohir Jelaskan Target Realistis 4 Medali Emas di Asian Games 2026
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
Gempa M5,5 Guncang Seram Bagian Timur Maluku, Tidak Berpotensi Tsunami
• 8 jam lalurctiplus.com
thumb
Festival Bunga dan Buah 2026 Jadi Ajang Promosi Hasil Alam dan Pariwisata Karo | KOMPAS SIANG
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
BNPP Perkuat Koordinasi Rencana Aksi PBWN-KP 2026, Wujudkan Perbatasan Beranda Terdepan Negara
• 18 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.