Kementerian PU Kaji Trase Baru Kelok 44 Agam untuk Atasi Ancaman Longsor

pantau.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengkaji pembangunan trase baru di ruas Jalan Kelok 44, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, sebagai solusi jangka panjang menyusul kondisi lereng yang dinilai berpotensi mengalami longsor susulan.

Kajian Geoteknik Jadi Dasar Penentuan Trase

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan hasil pengamatan menunjukkan kondisi tanah di sekitar Kelok 44 sudah jenuh air sehingga penanganan pada trase yang ada dinilai tidak lagi ideal.

Ia mengungkapkan, “Perlu trase baru sebagai solusi jangka panjang.”

Dody menjelaskan pemerintah akan melakukan pengeboran tanah, investigasi geoteknik, survei lapangan, dan penyusunan desain teknis sebelum menentukan trase terbaik serta metode penanganan permanen.

Ia mengatakan, “Kelihatan lahan di sini sudah penuh air, sudah jenuh air. Saya khawatir terjadi longsor lagi, karena itu menurut saya lebih baik mulai dikaji kemungkinan membuat trase baru. Kita cari trase yang terbaik terlebih dahulu, dilakukan pengeboran tanah, investigasi geoteknik, kemudian disusun desainnya. Setelah itu baru diputuskan metode penanganan maupun skema pendanaannya.”

Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas

Menurut Dody, pembangunan trase baru memang membutuhkan waktu, tetapi dinilai lebih aman dibandingkan mempertahankan jalur eksisting apabila kondisi geologinya sudah tidak memungkinkan.

Ia menegaskan, “Kita harus memastikan solusi yang dipilih benar-benar aman dan berkelanjutan. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama.”

Jalan Kelok 44 merupakan ruas jalan milik Pemerintah Daerah yang menghubungkan kawasan Bukittinggi dengan Danau Maninjau hingga Lubuk Basung sepanjang sekitar 35 kilometer.

Jalur tersebut memiliki 44 tikungan tajam dengan karakteristik perbukitan curam sehingga menjadi salah satu ruas strategis sekaligus rawan bencana geologi.

Kementerian PU menyatakan siap memberikan dukungan teknis kepada pemerintah daerah melalui investigasi geoteknik, survei detail, dan penyusunan desain sebagai dasar penentuan trase terbaik.

Dody mengungkapkan, “Kami memahami persoalan tanah di Sumbar memiliki tantangan tersendiri. Insya Allah pemerintah pusat siap membantu, tetapi tentu penanganannya harus diawali dengan kajian teknis yang komprehensif agar solusi yang diambil benar-benar tepat.”


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cekcok! Debt Collector dan Perguruan Silat di Surabaya Nyaris Bentrok, 2 Orang Terluka | BORGOL
• 45 menit lalukompas.tv
thumb
Heboh Pagar Tinggi di Mal Kota Kasablanka, Begini Kondisi Sebenarnya di Lokasi
• 17 jam laludisway.id
thumb
Peristiwa 1 Agustus: Ledakan Bom di Atrium Plaza Senen
• 9 jam lalurctiplus.com
thumb
Di Balik Efisiensi AI, Ada Proses Belajar yang Ikut Hilang
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Balai TN Aketajawe Lolobata Promosi Kekayaan Hayati Malut ke Dunia Lewat 2 Kegiatan Ini
• 3 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.