Kalangan dunia usaha mengapresiasi agenda transformasi yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, James Riady, menilai kepemimpinan Prabowo memiliki visi yang jelas, strategi yang kuat, serta keberanian dalam mengambil terobosan kebijakan.
Pernyataan tersebut disampaikan James dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan pengusaha Kadin pusat dan daerah di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7/2026).
"Saya kira apa yang Bapak uraikan memberikan kesan kepemimpinan yang sangat visioner, sangat strategis, dan sangat jelas, baik dari sisi defensif maupun ofensif," kata James.
Menurutnya, arah kebijakan pemerintah saat ini tidak hanya ditujukan untuk menghadapi tantangan global, tetapi juga mempersiapkan posisi Indonesia di masa depan.
James menilai keberanian pemerintah menjalankan berbagai program transformasi secara bersamaan menjadi salah satu karakter penting dalam kepemimpinan Prabowo.
"Keberanian dari terobosan-terobosan itu, tidak banyak orang yang memiliki keberanian seperti itu. Agenda transformasi yang dijalankan secara bersamaan dengan begitu banyak terobosan," ujarnya.
Selain itu, James juga menyoroti fokus pemerintah terhadap pelaksanaan program dan kecepatan dalam menghasilkan capaian konkret di berbagai sektor.
"Kalau kita lihat manajemen eksekusi dan kecepatannya, swasembada pangan, ketahanan energi, di tengah situasi dunia seperti sekarang, harga listrik subsidi tidak naik dan LPG 3 kilogram juga tetap. Ini luar biasa," katanya.
Sejumlah program yang mendapat apresiasi dari James antara lain upaya mencapai swasembada pangan, penguatan ketahanan energi, hilirisasi industri, pembangunan perumahan rakyat, reformasi pendidikan kedokteran, hingga pembentukan Danantara.
Menurutnya, kebijakan-kebijakan tersebut menunjukkan pendekatan pemerintahan yang tidak hanya visioner, tetapi juga pragmatis dalam menjawab tantangan pembangunan nasional.
Dalam kesempatan yang sama, James juga mendorong pemerintah dan dunia usaha untuk segera menyiapkan strategi nasional menghadapi perkembangan teknologi kecerdasan artifisial (AI) dan robotika.
Ia berharap Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi teknologi global, tetapi juga mampu menciptakan inovasi, membangun talenta, serta melahirkan industri baru guna mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.





