Tangerang Selatan, VIVA - Dashcam kini menjadi salah satu aksesori yang banyak dipasang di mobil. Awalnya perangkat ini hanya dimanfaatkan untuk merekam perjalanan atau menjadi bukti jika terjadi kecelakaan. Namun, perkembangan teknologi membuat fungsi dashcam semakin luas.
Saat ini, sejumlah produsen mulai menyematkan fitur berbasis kecerdasan buatan (AI), konektivitas cloud, hingga sistem yang mampu menganalisis gaya mengemudi. Karena itu, memilih dashcam tidak cukup hanya melihat kualitas kameranya.
Lalu, apa saja yang perlu diperhatikan sebelum membeli dashcam?
1. Jangan hanya terpaku pada resolusi
Resolusi tinggi memang penting karena menentukan ketajaman gambar. Rekaman yang jernih akan memudahkan pengguna melihat detail, seperti pelat nomor kendaraan atau kondisi di sekitar mobil ketika terjadi insiden.
Saat ini, beberapa dashcam sudah menawarkan perekaman hingga resolusi 4K pada kamera depan maupun belakang. Namun, resolusi bukan satu-satunya faktor yang menentukan kualitas rekaman.
2. Pastikan kamera tetap optimal pada malam hari
Kondisi minim cahaya sering menjadi tantangan bagi dashcam. Karena itu, pilih perangkat yang memiliki teknologi pendukung seperti HDR, sensor khusus untuk low light, atau night vision agar hasil rekaman tetap jelas saat malam hari maupun ketika cuaca buruk.
Kemampuan tersebut akan membantu menghasilkan video yang lebih detail dibanding kamera biasa.
3. Pilih dashcam yang cepat mulai merekam
Kecepatan perangkat saat mulai bekerja juga perlu diperhatikan. Dashcam dengan waktu booting yang singkat akan langsung merekam sesaat setelah kendaraan dinyalakan.
Fitur ini berguna agar momen penting di awal perjalanan tidak terlewat jika sewaktu-waktu terjadi insiden.
4. Cari fitur perekaman otomatis saat terjadi kejadian penting
Dashcam modern umumnya sudah dibekali sensor yang dapat mendeteksi benturan, pengereman mendadak, akselerasi tiba-tiba, hingga kendaraan melaju terlalu cepat.
Ketika kondisi tersebut terjadi, sistem akan menyimpan rekaman beberapa detik sebelum dan sesudah kejadian secara otomatis. Dengan begitu, video penting tidak mudah tertimpa rekaman baru.
Bagi pengguna yang sering memarkir kendaraan di luar ruangan, mode parkir dengan konsumsi daya rendah juga patut menjadi pertimbangan agar kamera tetap aktif memantau kondisi sekitar tanpa menguras aki.





