Limbah Tapioka Disiapkan Jadi Energi, Lampung Bangun Ekonomi Hijau

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- Pemanfaatan limbah industri tapioka sebagai sumber energi terbarukan mulai didorong di Provinsi Lampung. Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT ESGIN Global Partners, Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Lampung, dan Perhimpunan Pengusaha Tepung Tapioka Indonesia (PPTTI) untuk mengembangkan ekosistem ekonomi hijau berbasis pertanian dan agroindustri.

Kerja sama tersebut diarahkan pada pengembangan proyek pengurangan emisi metana di industri pengolahan tepung tapioka melalui teknologi methane capture. Limbah cair hasil pengolahan singkong akan dimanfaatkan menjadi biogas sebagai energi terbarukan sehingga tidak hanya mengurangi emisi gas rumah kaca, tetapi juga berpotensi menghasilkan kredit karbon sebagai sumber nilai tambah bagi industri.

Selain sektor industri, kolaborasi juga menyasar sektor pertanian melalui penerapan Climate Smart Agriculture (CSA), penggunaan biochar, serta metode Alternate Wetting and Drying (AWD) pada lahan sawah. Pendekatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, menjaga kesehatan tanah, memperkuat ketahanan terhadap perubahan iklim, sekaligus menekan emisi gas rumah kaca. Melalui skema tersebut, petani juga diharapkan memiliki peluang memperoleh manfaat dari mekanisme Nilai Ekonomi Karbon.

Seluruh pengembangan proyek akan didukung sistem Digital Measurement, Reporting and Verification (Digital MRV) yang memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), citra satelit, Internet of Things (IoT), drone, dashboard digital, serta teknologi blockchain guna memastikan pengukuran dan pelaporan emisi dilakukan secara transparan sesuai standar nasional maupun internasional.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Lampung dipilih sebagai lokasi awal implementasi karena memiliki basis pertanian dan agroindustri yang kuat. Provinsi ini merupakan produsen singkong terbesar di Indonesia dengan produksi sekitar 7,5 juta ton per tahun serta menjadi salah satu pusat industri pengolahan tepung tapioka nasional. Kondisi tersebut dinilai memberikan peluang besar bagi pengembangan model ekonomi hijau berbasis komoditas pertanian.

Vice President & Indonesia Regional Head PT ESGIN Global Partners Yayang Ruzaldy mengatakan, pengembangan proyek tersebut tidak hanya berorientasi pada pengurangan emisi, tetapi juga membuka peluang investasi hijau yang memberikan manfaat ekonomi bagi sektor pertanian dan industri.

"Lampung memiliki seluruh fondasi untuk menjadi pusat green economy berbasis pertanian di Indonesia. ESGIN berkomitmen berinvestasi pada proyek-proyek strategis yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus manfaat lingkungan, mulai dari Climate Smart Agriculture, biochar hingga Methane Removal Project pada industri pengolahan tepung tapioka," ujar Yayang.

Menurut dia, integrasi investasi, teknologi digital, pembiayaan hijau, dan perdagangan karbon diharapkan mampu menciptakan model pembangunan yang meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat daya saing industri, sekaligus mendukung target penurunan emisi nasional.

Sebagai tindak lanjut, para pihak akan menyusun studi kelayakan, mengidentifikasi lokasi prioritas, menyusun dokumen proyek karbon, mengimplementasikan Digital MRV, serta menyiapkan skema pembiayaan hijau guna mempercepat realisasi investasi di sektor pertanian dan agroindustri.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dukung Inisiatif FIFA Forward Enterprise, Erick Thohir Ingin Pemerataan Pengembangan Sepak Bola
• 23 jam lalurepublika.co.id
thumb
Daftar 7 Perusahaan yang Diperiksa Kejagung dalam Kasus TPPU Febrie Adriansyah, 2 Pihak Swasta Dicecar
• 17 jam laludisway.id
thumb
NasDem Jabar Tancap Gas Hadapi Pemilu 2029, Siapkan 8 Program Aksi
• 19 jam lalujpnn.com
thumb
Berkas Tebal Dakwaan Yaqut Dilimpahkan, Sidang Tinggal Menunggu Waktu
• 21 jam laluliputan6.com
thumb
BRPT Cetak Laba Bersih USD190 Juta di Semester I, Turun 64 Persen
• 22 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.