Sebuah bus double decker milik yang melayani rute Jakarta–Jember terbakar di KM 631 ruas Tol Madiun–Nganjuk, tepatnya di wilayah Desa Pajaran, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Sabtu (1/8/2026) dini hari.
Seluruh penumpang dan kru bus berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut.
Andy Koerniawan Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Madiun mengatakan, bus tersebut mengangkut sekitar 30 penumpang, dua sopir, dan seorang kernet saat insiden terjadi.
“Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut,” kata Andy dilansir dari Antara.
Bus bernomor polisi B-7572-KGA itu dikemudikan Purwanto (61), warga Dusun Tamanrejo, Desa Tamansari, Kabupaten Jember. Sementara sopir cadangan diketahui bernama Abdul Rajak, warga Desa Tukangkayu, Kabupaten Banyuwangi.
Berdasarkan informasi di lokasi, bus sedang melaju dari Jakarta menuju Jember. Saat memasuki KM 631 Tol Madiun–Nganjuk, lampu utama kendaraan tiba-tiba padam.
Pengemudi kemudian mengarahkan bus ke bahu jalan untuk menghindari risiko kecelakaan dan memutus seluruh aliran listrik pada mesin.
Setelah itu, sopir memeriksa kotak sekering (fuse box). Namun, dari bagian tersebut justru muncul asap. Menyadari adanya potensi kebakaran, sopir segera meminta seluruh penumpang turun dari bus.
Tak lama kemudian, muncul percikan api yang dengan cepat membesar hingga melalap hampir seluruh badan bus.
Petugas pemadam kebakaran menerima laporan kejadian pada Jumat (31/7/2026) sekitar pukul 23.40 WIB dari petugas jalan tol.
Tim Damkar Kabupaten Madiun tiba di lokasi sekitar pukul 00.01 WIB dan langsung melakukan pemadaman bersama personel Damkar Kabupaten Nganjuk.
Dalam proses penanganan kebakaran, Damkar Kabupaten Madiun mengerahkan satu unit mobil pemadam, sedangkan Damkar Kabupaten Nganjuk mengirimkan tiga armada untuk mempercepat proses pemadaman api.
Selain petugas pemadam kebakaran, personel Patroli Jalan Raya (PJR), Satlantas Polres Madiun, dan petugas pengelola jalan tol turut mengamankan lokasi kejadian serta mengatur arus lalu lintas. Kepadatan kendaraan sempat terjadi di sekitar lokasi akibat proses evakuasi dan pemadaman.
Hasil pemeriksaan sementara mengarah pada dugaan korsleting atau hubungan arus pendek pada sistem kelistrikan bus sebagai penyebab kebakaran. (ant/saf/faz)




