Puluhan Ribu Migran Maroko Serbu Ceuta, Spanyol Pernah Alami Hal Serupa di 2021

kumparan.com
19 jam lalu
Cover Berita

Puluhan ribu migran menyeberang dari Maroko menuju wilayah kantong Spanyol, Ceuta, di Afrika Utara, dalam beberapa hari terakhir, yang memicu krisis baru bagi pemerintah Spanyol.

Namun, hal tersebut bukan pertama kali terjadi. Peristiwa serupa pernah terjadi pada 2021 ketika lebih dari 10 ribu migran memasuki Ceuta dalam dua hari setelah Maroko melonggarkan pengawasan perbatasan di tengah ketegangan diplomatik dengan Spanyol.

Perselisihan saat itu dipicu keputusan Madrid menerima pemimpin Front Polisario—kelompok yang memperjuangkan kemerdekaan Sahara Barat dari Maroko—untuk menjalani perawatan medis.

Ketegangan mereda pada 2022 setelah Spanyol mengubah kebijakan lamanya dengan mendukung rencana Maroko terkait Sahara Barat. Langkah itu sempat merenggangkan hubungan Madrid dengan Aljazair, yang selama ini mendukung Front Polisario.

Ceuta, bersama Melilla, merupakan dua wilayah enklave Spanyol di Afrika Utara yang menjadi satu-satunya perbatasan darat Uni Eropa dengan Benua Afrika. Gelombang migrasi di kawasan itu telah lama menjadi salah satu tantangan utama bagi kebijakan migrasi Eropa.

Sumber kepolisian Spanyol pada Jumat (31/7) waktu setempat menyebut, sekitar 40 ribu telah memasuki Ceuta yang hanya berpenduduk sekitar 80 ribu jiwa. Ribuan di antaranya menyeberang sepanjang Kamis malam hingga Jumat dini hari.

AFP melaporkan ratusan pria, perempuan, dan anak-anak terlihat berenang mengitari pagar pembatas yang memisahkan Maroko dan Ceuta. Mereka menggunakan pelampung sederhana sebelum membuangnya begitu berhasil mencapai daratan Spanyol.

Sejauh ini, sedikitnya 18 orang dilaporkan tewas saat berusaha mencapai wilayah tersebut.

Merespons situasi itu, pemerintah Spanyol telah mengerahkan pasukan tambahan untuk memperkuat pengamanan di Ceuta. Perdana Menteri Pedro Sanchez bersama Menteri Dalam Negeri dijadwalkan mengunjungi pos perbatasan Tarajal pada Jumat (31/7) untuk memantau langsung kondisi di lapangan.

Hingga kini belum diketahui secara pasti penyebab lonjakan migran dari Maroko tersebut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kisah Lansia Rela Mengantre Subuh saat CFD Jakarta Demi Kartu Layanan Gratis
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
1.173 Siswa SMA dan SMK Terlibat Wirausaha, Raih Omzet Rp 483 Juta
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
Jokowi: Kalau Ada Masalah di Antara Kader PSI yang Mentok, Silakan Datang Ke Solo
• 11 jam lalurctiplus.com
thumb
DKI sepekan, penanaman mangrove hingga "pelican crossing" di Tendean
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Kata Wamenkomdigi Soal 83 Persen Perusahaan Indonesia Siap Adopsi AI: Kita Masih di Level Usage
• 11 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.