JAKARTA, DISWAY.ID - Fenomena pemasangan pagar tinggi di sejumlah mal besar mendorong pihak Lippo serta Pakuwon Mall secara resmi telah menegaskan bahwa keputusan pemasangan pagar besi tersebut merupakan inisiatif manajemen lokal.
Dalam hal ini, Wakil Ketua Umum (WKU) Kadin Indonesia sekaligus Chairman Lippo Group James T. Riady menuturkan bahwa tindakan tersebut bukanlah kebijakan perusahaan, dan menegaskan kondisi keamanan nasional tetap kondusif.
"Dulu semua mal Lippo pernah memasang pagar ketika terjadi kerusuhan. Sekarang sudah tidak diperlukan lagi karena situasi sudah tenang," jelas James kepada media, pada Sabtu 1 Agustus 2026.
BACA JUGA:Fenomena Pagar Tinggi Mal Sampai ke Blok M, Tiang Besi Mulai Mengubah Pemandangan
Lebih lanjut, James juga menambahkan bahwa sudah tidak ada alasan bagi masyarakat untuk merasa cemas terhadap kondisi sosial maupun ekonomi.
Menurutnya, pemerintah telah berhasil menjaga daya beli masyarakat melalui berbagai kebijakan strategis.
Beberapa kebijakan tersebut di antara lain adalah dengan mempertahankan harga BBM bersubsidi, tarif listrik rumah tangga bersubsidi, dan harga LPG 3 kilogram di tengah lonjakan harga energi dunia akibat konflik geopolitik.
"Selama BBM subsidi tidak naik, LPG 3 kilogram tidak naik, dan tarif listrik rumah tangga bersubsidi tetap, tidak ada alasan masyarakat gelisah," tegas James.
BACA JUGA:James Riady Tegaskan Mal Lippo Tak Ikut Pasang Pagar Tinggi, Justru Bongkar Pagar Selama 10 Tahun
Di sisi lain, hal serupa pun turut diucapkan oleh Pendiri sekaligus Pemilik Pakuwon Group, Alexander Tedja. Dalam penuturannya, dirinya turut menegaskan bahwa pemasangan pagar tersebut merupakan keputusan manajemen lokal tanpa arahan dari pemegang saham maupun kantor pusat.
Senada dengan itu, pendiri Pakuwon Group, Alexander Tedja, memastikan pagar yang sempat dipasang di Mal Kota Kasablanka (Kokas), Jakarta Selatan, akan segera dibongkar.
"Itu kebijakan manajemen lokal dan akan segera dibongkar," tegas Alex.
BACA JUGA:6 Mal hingga Gedung Besar Mendadak Dipagar Besi Tinggi di Jakarta dan Surabaya
Di sisi lain, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) pun juga telah berkomunikasi langsung dengan Pakuwon Group usai isu pagar mal menjadi perhatian publik.
Dalam hal ini, Menteri PKP Maruarar Sirait turut mengkonfirmasi bahwa selain pembongkaran pagar di mall Kokas, akan dilakukan pula penataan di properti Pakuwon lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku, agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru di masyarakat.





