JAKARTA, KOMPAS.com - Musim kemarau yang berkepanjangan mulai dirasakan di sejumlah daerah. Kondisi ini berdampak pada kekeringan dan memicu krisis air bersih.
Di berbagai wilayah, sumur-sumur warga mengalami penurunan debit air, bahkan sebagian di antaranya mengering.
Sementara itu, kebutuhan air untuk memasak, mandi, mencuci, dan aktivitas sehari-hari tetap harus dipenuhi.
Di tengah kondisi tersebut, banyak warga terpaksa mengandalkan bantuan air bersih yang disalurkan pemerintah maupun sejumlah instansi.
Baca juga: Warga Cipayung Jaya Depok Mulai Alami Kekeringan Imbas Kemarau
Pasokan air itu menjadi harapan agar kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi meski wilayah mereka dilanda kekeringan.
Bagi warga, bantuan air bersih bukan sekadar pelengkap, melainkan penopang utama di tengah musim kemarau yang belum menunjukkan tanda-tanda akan segera berakhir.
Kekeringan di BekasiBerdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, sebanyak 30.593 jiwa terdampak krisis air bersih akibat musim kemarau yang berkepanjangan.
Baca juga: Dampak Kekeringan Bekasi, Anak-anak Cibarusah Sering Telat Sekolah karena Mandi di Kali
Mereka tersebar di 23 desa di sembilan kecamatan. Kondisi tersebut menjadikan musim kemarau tahun ini sebagai salah satu tantangan terbesar yang dihadapi masyarakat Kabupaten Bekasi.
"Dampak musim kemarau tahun ini telah menyebabkan 10.254 kepala keluarga (KK) atau 30.593 jiwa di Kabupaten Bekasi mengalami krisis air bersih," ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi Dodi Supriadi dalam keterangan resminya, Rabu (29/7/2026).
Kekeringan membuat ribuan warga harus berjuang memenuhi kebutuhan air untuk memasak, mandi, mencuci, hingga keperluan sehari-hari lainnya.
Baca juga: BPBD Sebut Belum Ada Wilayah di Kota Tangerang yang Alami Kekeringan
Di tengah keterbatasan tersebut, BPBD Kabupaten Bekasi bersama sejumlah instansi pemerintah, perusahaan, organisasi kemanusiaan, dan lembaga sosial terus menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah-wilayah terdampak.
Kekeringan di BogorSekitar 145 keluarga di RT 03 dan RT 04 RW 02, Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat, terdampak kekeringan.
Guna memenuhi kebutuhan air bersih warga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor menyalurkan sekitar 4.000 liter air bersih ke lokasi terdampak.
Baca juga: Ekonomi Sudah Susah, Masak Harus Keluar Uang Beli Air Saat Warga Bekasi Dilanda Kekeringan
"Assessment dan penyaluran air bersih sekitar 4.000 liter sudah selesai dilakukan oleh personil TRC-PB BPBD Kota Bogor di lokasi kejadian," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor Dimas Tiko dalam keterangan resminya.
Warga Kota Bogor yang mengalami kekeringan dapat melaporkan kondisi tersebut secara mandiri kepada BPBD Kota Bogor melalui nomor hotline Pusdalops, 088809112569.





