Kisah Haru Anak Penjual Ayam Goreng Lolos Sekolah Rakyat dan Kejar Cita-cita Jadi Dokter

metrotvnews.com
12 jam lalu
Cover Berita

Yogyakarta: Briliant Auzee, siswa asal Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, berhasil lolos sebagai peserta didik di Sekolah Rakyat. Bagi anak yang berasal dari keluarga sederhana itu, kesempatan tersebut menjadi harapan besar untuk terus menempuh pendidikan sekaligus mengejar cita-citanya menjadi seorang dokter.

Sehari-hari Briliant, yang akrab disapa Zeezee, membantu sang ibu menyiapkan ayam goreng untuk dijual di warung kecil milik keluarga di pinggir Jalan Nasional Yogyakarta. Di tengah keterbatasan ekonomi, ia memilih melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat karena seluruh biaya sekolah ditanggung pemerintah, termasuk fasilitas asrama.

"Udah pengen dari dulu juga, udah lihat programnya. Terus kepengin masuk situ, alhamdulillah datanya udah di dalam, terus ya udah mau aja," kata Zeezee dalam tayangan Metro Siang Metro TV, Sabtu, 1 Agustus 2026.

Zeezee mengaku tertarik masuk Sekolah Rakyat karena pendidikan diberikan secara gratis sekaligus membentuk karakter dan kedisiplinan para siswa.

"Gratis juga, terus kan jadi disiplin, rajin juga," ujarnya.

Meski harus tinggal berjauhan dari orang tua selama menjalani pendidikan, Briliant tetap mantap mengambil kesempatan tersebut demi mewujudkan impiannya menjadi dokter.

"Cita-citanya jadi dokter," ucapnya.

Baca Juga :

Dari Pekerja Bengkel Kembali ke Sekolah Berkat Program Sekolah Rakyat
Di balik semangat Zeezee, sang ibu, Rini Puji, tak mampu menyembunyikan rasa haru. Ia bersyukur anaknya diterima di Sekolah Rakyat karena kesempatan itu diyakini dapat meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus membuka jalan bagi putrinya untuk meraih masa depan yang lebih baik.

"Supaya dia disiplin, supaya dapat pendidikan yang lebih layak juga supaya bisa menggapai cita-cita mereka," kata Rini.

Dengan suara bergetar, Rini berharap putrinya bisa memperoleh pendidikan yang selama ini sulit dipenuhi oleh kondisi ekonomi keluarga.

"Kalau sama orang tuanya, apa iya pendidikan yang dia pengen ini bisa tercapai? Kali aja kan di situ rezekinya dia," ujarnya sambil menahan tangis.

Rini mengungkapkan, selama ini keluarga mereka mengandalkan penghasilan yang tidak menentu. Ia bekerja dengan berjualan ayam goreng, membuka jasa binatu, serta membuat tas, sedangkan suaminya berjualan es teh jumbo untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Bagi keluarga Briliant, diterimanya sang putri di Sekolah Rakyat bukan sekadar kesempatan memperoleh pendidikan gratis, melainkan harapan baru agar keterbatasan ekonomi tidak menghalangi langkahnya menggapai cita-cita menjadi seorang dokter.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Psikologi Pagar dan Penularan Kecemasan
• 20 jam lalukompas.com
thumb
Rekor Dunia! Atlet Powerlifting Asal Rusia Tarik Lapangan Stadion Seberat 1.500 Ton
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Dari Biodigester hingga Budidaya Maggot, Inisiatif Warga Dinilai Mampu Mengurangi Beban Sampah Kota
• 11 jam laluharianfajar
thumb
Kiper Aston Villa Puji Indonesia All Stars usai Menang 3-1 di GBK
• 2 jam lalubola.com
thumb
81 Tahun Merdeka, Menag Sebut Pembangunan RI di Jalur yang Tepat
• 6 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.