Industri Penerbangan Global Melemah Imbas Berlarutnya Perang Timur Tengah

idxchannel.com
19 jam lalu
Cover Berita

Permintaan transportasi udara global turun 1,7 persen secara tahunan pada Juni 2026, didorong oleh penurunan tajam di Timur Tengah.

Industri Penerbangan Global Melemah Imbas Berlarutnya Perang Timur Tengah. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Permintaan transportasi udara global turun 1,7 persen secara tahunan pada Juni 2026, didorong oleh penurunan tajam di Timur Tengah.

Menurut Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA), penurunan juga didorong oleh melemahnya lalu lintas domestik di China, Amerika Serikat (AS), dan Jepang.

Baca Juga:
6 Maskapai Ajukan Rute Penerbangan ke Bandara Husein Sastranegara Bandung

Jika tidak termasuk Timur Tengah, permintaan global menurun lebih moderat sebesar 0,6 persen.

Lalu lintas penumpang internasional turun 0,9 persen dari tahun sebelumnya, meskipun naik 1,1 persen jika Timur Tengah dikecualikan. 

Baca Juga:
Airbus Proyeksi Penerbangan Global Butuh 42.000 Pesawat Baru hingga 2045

Maskapai penerbangan Timur Tengah mencatat penurunan regional paling tajam, dengan permintaan internasional anjlok 14 persen.

IATA menyatakan bahwa perang di Iran terus memberikan dampak besar pada lalu lintas regional, meskipun laju penurunan telah berkurang setengahnya sejak April seiring dengan normalisasi operasional maskapai penerbangan secara bertahap.

Baca Juga:
AirNav dan Airservices Australia Sepakat Modernisasi Layanan Navigasi Penerbangan

“Permintaan global untuk perjalanan udara turun 1,7 persen pada Juni dibandingkan dengan 2025,” kata Direktur Jenderal IATA, Willie Walsh, dilansir dari Anadolu Agency pada Sabtu (1/8/2026).

Walsh mengatakan ketegangan yang kembali meningkat dan harga bahan bakar yang lebih tinggi akan menghambat pemulihan kawasan dan dapat mendorong kenaikan harga tiket pesawat.

Maskapai penerbangan Eropa mencatat peningkatan permintaan internasional sebesar 1,5 persen, sementara lalu lintas di koridor Eropa-Asia melonjak 11 persen, pertumbuhan terkuat di antara rute internasional utama.

Maskapai penerbangan Asia-Pasifik mencatat kenaikan permintaan sebesar 0,4 persen meskipun kapasitas menurun 1,1 persen. IATA mengatakan harga bahan bakar yang lebih tinggi mendorong beberapa maskapai penerbangan untuk mengurangi layanan penerbangan jarak pendek di Asia. (Wahyu Dwi Anggoro)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
2.877 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Inggris Selama Mei-Juni
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Hilirisasi dan PSN Papua Perkuat Fondasi Pertumbuhan Ekonomi Nasional
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
Polda Riau Lepas Tim Ekspedisi Merah Putih Presisi ke Pulau Terluar
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Peta Deplu AS Salah Beri Label Negara Afrika, Diduga Pakai Tools OpenAI
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Buttonscarves Rilis Koleksi Under The Sea, Hadirkan Nuansa Biru Laut yang Teduh
• 22 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.