Ringkasan Berita
- PSDKU Universitas Brawijaya Kediri bersama mahasiswa KKN Kelompok 04 “Teman Lantera” menggelar pengabdian masyarakat di Desa Sumberagung, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri.
- Program menghadirkan pelatihan penerapan teknologi probiotik pada sektor perikanan dan peternakan guna meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung ketahanan pangan masyarakat.
- Warga mendapatkan materi serta praktik langsung pembuatan probiotik berbahan Yakult, molase, dan EM4, serta cara penerapannya pada budidaya ikan dan pengelolaan limbah peternakan.
- Kegiatan melibatkan empat dosen dan 13 mahasiswa KKN PSDKU UB Kediri serta mendapat apresiasi dari Pemerintah Desa Sumberagung karena dinilai menghadirkan solusi yang mudah diterapkan masyarakat.
- Program ini mendukung pencapaian SDGs, khususnya bidang kesehatan, pendidikan, pertumbuhan ekonomi, dan kemitraan untuk pembangunan desa berkelanjutan.
Kediri (beritajatim.com) – Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Brawijaya (UB) Kediri kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) dosen bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 04 “Teman Lantera”. Sinergi tersebut diwujudkan melalui penerapan teknologi probiotik pada sektor perikanan dan peternakan di Desa Sumberagung, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri.
Kegiatan bertajuk “Penerapan Teknologi Probiotik pada Sektor Perikanan dan Peternakan dalam Upaya Mendukung Ketahanan Pangan Masyarakat Desa Sumberagung” ini menjadi implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat. Program tersebut menghadirkan teknologi tepat guna yang mudah diterapkan masyarakat untuk meningkatkan produktivitas sektor perikanan dan peternakan.
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat sekaligus Dosen Pembimbing Lapang PSDKU UB Kediri, Rizky Kusma Pratiwi, S.Pi., M.P., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Sumberagung dan masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Desa Sumberagung beserta seluruh masyarakat yang telah menerima kami dengan sangat baik. Semoga materi mengenai pembuatan dan penerapan probiotik yang kami bagikan hari ini dapat memberikan manfaat, khususnya dalam mendukung kegiatan budidaya ikan dan peternakan, sehingga mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat,” ujar Rizky.
Kepala Desa Sumberagung, Karyadi, turut mengapresiasi Universitas Brawijaya atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, teknologi probiotik yang diperkenalkan merupakan solusi praktis dan inovatif yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa.
Ia menilai teknologi tersebut tidak hanya mudah diterapkan, tetapi juga memiliki potensi meningkatkan produktivitas usaha sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Brawijaya (UB) Kediri kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakatDalam sesi utama, tim dosen memberikan materi mengenai manfaat probiotik pada budidaya ikan, mulai dari menjaga kualitas air, meningkatkan kesehatan ikan, meningkatkan efisiensi pakan, hingga mempercepat penguraian bahan organik.
Sementara pada sektor peternakan, peserta memperoleh pengetahuan mengenai pemanfaatan probiotik untuk mengurangi bau amonia di kandang ayam serta mempercepat proses pengolahan limbah kotoran ayam menjadi pupuk organik yang memiliki nilai ekonomis.
Sebagai bentuk implementasi, peserta mengikuti demonstrasi pembuatan probiotik berbasis bakteri asam laktat menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh, seperti Yakult, molase, dan EM4. Setelah itu, peserta diajak mempraktikkan langsung penerapan probiotik pada budidaya ikan maupun pengelolaan limbah peternakan.
Mahasiswa KKN PSDKU UB Kediri Kelompok 04 “Teman Lantera” berperan aktif mendampingi masyarakat selama pelatihan. Mereka membantu proses demonstrasi, memberikan penjelasan, hingga mendampingi praktik agar peserta lebih mudah memahami setiap tahapan penerapan teknologi probiotik.
Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang kegiatan. Peserta aktif berdiskusi mengenai teknik pembuatan probiotik, dosis penggunaan pada budidaya ikan, cara pengaplikasian pada limbah peternakan, hingga manfaat jangka panjang terhadap peningkatan produktivitas usaha.
Kegiatan pengabdian ini melibatkan empat dosen PSDKU UB Kediri, yakni Rizky Kusma Pratiwi, S.Pi., M.P., Vina Nur Nadiro, S.Pi., M.P., Eka Nurwahyuni, S.Pt., M.P., dan Andi Masriah, S.Pi., M.Si., serta didukung oleh 13 mahasiswa KKN Kelompok 04 “Teman Lantera”. Kolaborasi tersebut menjadi kekuatan utama dalam mengintegrasikan kegiatan pengabdian dengan program KKN sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Universitas Brawijaya juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), meliputi SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, mahasiswa, dan masyarakat diharapkan mampu mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis inovasi teknologi. [nm/kun]




