Jakarta (ANTARA) - Ketua MPR RI Ahmad Mujani berharap Zikir dan Doa Kebangsaan yang dipanjatkan masyarakat dan seluruh elemen bangsa dapat memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
“Kita baru saja menyampaikan zikir dan doa, mudah-mudahan semua zikir, doa dan shalawat kita diterima oleh Allah SWT, dengan doa dan zikir ini, mudah-mudahan Indonesia tetap dalam keadaan utuh, mudah-mudahan kita tetap dipersatukan oleh Allah SWT,” ujar Ahmad Muzani di Jakarta, Sabtu.
Zikir dan Doa Kebangsaan yang digelar di Monumen Nasional (Monas) Jakarta, Sabtu, menjadi pembuka rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Indonesia. Gelaran akbar ini dihadiri sekitar 100.000 orang dari wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten.
Pelataran Monas dipenuhi jamaah dengan latar belakang agama yang berbeda. Mereka berbaur untuk memanjatkan doa bagi Indonesia.
Diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian pembacaan kalam Ilahi oleh juara 1 MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran) International Al-Ameed ke-3 Karbala di Irak Tahun 2026, Muhammad Zian Fahrezi.
Ahmad Muzani juga berharap bangsa Indonesia dihindarkan dari perpecahan, malapetaka dan bahaya.
Baca juga: 100 ASN Bimas Kristen dan Katolik siap tampilkan paduan suara di Monas
“Mudah-mudahan pemimpin kita dijaga oleh Allah SWT, kesehatannya, umurnya, dan mudah-mudahan kita semua sebagai rakyat dan bangsa Indonesia dijaga keberkahannya dan ridhonya,” kata dia.
Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan gelaran ini merupakan wujud nyata kerukunan di Indonesia.
“Malam ini ribuan umat dan para tokoh dari berbagai agama berkumpul dalam satu majelis, memanjatkan doa terbaik bagi negeri ini. Kita boleh berbeda keyakinan, tetapi kita dipersatukan oleh cinta yang sama kepada Indonesia,” kata Menag.
Kebhinekaan terasa semakin nyata ketika paduan suara Ditjen Bimas Kristen dan Ditjen Bimas Katolik tampil menyanyikan lagu bertema kerukunan, dilanjutkan dengan doa lintas agama yang dipanjatkan enam pemuka agama dan Shalawat Kebangsaan sebagai puncak acara.
Sejumlah pejabat pemerintah turut hadir melantunkan zikir, doa dan salawat kebangsaan yang dipimpin oleh Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf.
Selain Ketua MPR, tampak hadir Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid, Wamensesneg Juri Ardiantoro, Wamendiktisaintek Stella Christie, Wamenag Romo Muhammad Syafi'i, serta jajaran pejabat Kemenag, para tokoh lintas agama dan tokoh masyarakat.
Baca juga: 7.643 pasukan gabungan kawal Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas
Baca juga: Gelaran zikir dan doa kebangsaan di Monas terbuka untuk umum
Baca juga: Kemenag gelar dzikir dan doa kebangsaan sambut HUT ke-81 RI di Monas
“Kita baru saja menyampaikan zikir dan doa, mudah-mudahan semua zikir, doa dan shalawat kita diterima oleh Allah SWT, dengan doa dan zikir ini, mudah-mudahan Indonesia tetap dalam keadaan utuh, mudah-mudahan kita tetap dipersatukan oleh Allah SWT,” ujar Ahmad Muzani di Jakarta, Sabtu.
Zikir dan Doa Kebangsaan yang digelar di Monumen Nasional (Monas) Jakarta, Sabtu, menjadi pembuka rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Indonesia. Gelaran akbar ini dihadiri sekitar 100.000 orang dari wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten.
Pelataran Monas dipenuhi jamaah dengan latar belakang agama yang berbeda. Mereka berbaur untuk memanjatkan doa bagi Indonesia.
Diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian pembacaan kalam Ilahi oleh juara 1 MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran) International Al-Ameed ke-3 Karbala di Irak Tahun 2026, Muhammad Zian Fahrezi.
Ahmad Muzani juga berharap bangsa Indonesia dihindarkan dari perpecahan, malapetaka dan bahaya.
Baca juga: 100 ASN Bimas Kristen dan Katolik siap tampilkan paduan suara di Monas
“Mudah-mudahan pemimpin kita dijaga oleh Allah SWT, kesehatannya, umurnya, dan mudah-mudahan kita semua sebagai rakyat dan bangsa Indonesia dijaga keberkahannya dan ridhonya,” kata dia.
Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan gelaran ini merupakan wujud nyata kerukunan di Indonesia.
“Malam ini ribuan umat dan para tokoh dari berbagai agama berkumpul dalam satu majelis, memanjatkan doa terbaik bagi negeri ini. Kita boleh berbeda keyakinan, tetapi kita dipersatukan oleh cinta yang sama kepada Indonesia,” kata Menag.
Kebhinekaan terasa semakin nyata ketika paduan suara Ditjen Bimas Kristen dan Ditjen Bimas Katolik tampil menyanyikan lagu bertema kerukunan, dilanjutkan dengan doa lintas agama yang dipanjatkan enam pemuka agama dan Shalawat Kebangsaan sebagai puncak acara.
Sejumlah pejabat pemerintah turut hadir melantunkan zikir, doa dan salawat kebangsaan yang dipimpin oleh Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf.
Selain Ketua MPR, tampak hadir Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid, Wamensesneg Juri Ardiantoro, Wamendiktisaintek Stella Christie, Wamenag Romo Muhammad Syafi'i, serta jajaran pejabat Kemenag, para tokoh lintas agama dan tokoh masyarakat.
Baca juga: 7.643 pasukan gabungan kawal Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas
Baca juga: Gelaran zikir dan doa kebangsaan di Monas terbuka untuk umum
Baca juga: Kemenag gelar dzikir dan doa kebangsaan sambut HUT ke-81 RI di Monas





