Bukan Soal Skor, Kurniawan Temukan Modal Besar Sepak Bola Indonesia usai Hadapi Aston Villa

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Pertandingan melawan klub Premier League Aston Villa memang berakhir dengan kekalahan 1-3 bagi Indonesia All Stars. Namun, pelatih Kurniawan Dwi Yulianto menilai, hasil akhir bukanlah hal utama yang dibawa pulang dari Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu malam, 1 Agustus 2026.

Legenda Timnas Indonesia itu justru melihat sesuatu yang jauh lebih berharga. Menurutnya, para pemain Indonesia All Stars berhasil menunjukkan mentalitas yang selama ini menjadi tantangan ketika menghadapi lawan dengan kualitas dunia.

Baca Juga :
Aston Villa Pamer Kelas di GBK, Indonesia All Stars Dipaksa Menyerah 1-3 Meski Arkhan Kaka Curi Sorotan
Suporter Aston Villa Serbu GBK, Garnacho jadi Pemain yang Paling Diburu Fans

Kurniawan mengaku sangat puas dengan sikap para pemainnya yang tetap percaya diri, berani memainkan bola, dan tidak larut dalam tekanan meski menghadapi salah satu tim kuat Liga Inggris.

"Yang pertama, terima kasih untuk para pemain yang datang. Bersyukur juga pemain tidak mengalami cedera serius. Intinya saya sangat terkesan dan sangat puas. Sesuai dengan yang kita rencanakan dari awal, attitude para pemain sungguh luar biasa," ujar Kurniawan usai laga kepada wartawan di SUGBK, Sabtu 1 Agustus 2026.

"Mereka tidak under pressure, kemudian percaya diri. Itu yang paling penting sehingga ini bagus untuk bekal mereka. Mereka bermain melawan tim besar, tetapi berani menunjukkan kualitasnya. Terutama juga pemain-pemain muda yang bermain di Timnas U-20," lanjutnya.

Menurut Kurniawan, pengalaman menghadapi Aston Villa akan menjadi modal penting ketika para pemain kembali memperkuat klub masing-masing maupun saat membela Timnas Indonesia di masa mendatang.

Pelatih berusia 50 tahun itu juga menegaskan bahwa kekompakan tim menjadi fokus utama dalam persiapan singkat yang hanya berlangsung satu hari sebelum pertandingan.

Alih-alih menyusun skema yang rumit, ia meminta seluruh pemain bermain sebagai satu kesatuan ketika menyerang maupun bertahan.

"Kita cuma latihan sehari. Persiapannya juga hanya secara garis besar. Kita mau bermain as a team. Jadi ketika lawan pegang bola harus ada yang cover, saling menutup. Intinya selalu menciptakan opsi ketika menyerang maupun bertahan," katanya.

Strategi sederhana tersebut dinilai berhasil membuat Indonesia All Stars mampu memberikan perlawanan yang cukup baik di sejumlah momen meski harus menghadapi pemain-pemain dengan kualitas individu yang jauh lebih tinggi.

Baca Juga :
Jawaban Kenny Tete soal Peluang Bermain di Liga Indonesia, Akui Kenal Sejumlah Pemain Timnas Indonesia
Pandit Vietnam Sebut Timnas Indonesia Jauh Lebih Kuat dari Singapura, Kim Sang-sik Dapat Peringatan
Baru Tiba di Bogor, Vietnam Langsung Dihantam Masalah Jelang Lawan Timnas Indonesia

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kronologi Balita di Makassar Dibawa Paksa 3 Orang, Dijadikan Jaminan Utang Orang Tuanya
• 9 jam lalurctiplus.com
thumb
Kejagung Geledah Rumah Febrie Adriansyah, Sita Dokumen Dugaan TPPU
• 11 jam laludetik.com
thumb
Pelatih Vietnam Soroti Ketumpulan Lini Depan, Kim Sang Sik Minta Dua Strikernya Bangkit saat Hadapi Timnas Indonesia
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Saat Pemerintah Ingin Putuskan Menteng Jadi Kuburan Warga Jakarta
• 17 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pendaki Legendaris Nirmal Purja Tewas saat Ekspedisi Broad Peak Pakistan
• 1 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.