Grebeg Saparan Klaten Sedot 50 Ribu Pengunjung, Pesanan Apem Tembus 7 Ton

jpnn.com
17 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, KLATEN - Tradisi Grebeg Ageng Saparan Andum Apem Yaaqawiyyu di Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, tidak hanya menjadi ruang pelestarian budaya dan syiar keagamaan.

Perayaan tahunan tersebut juga menggerakkan perekonomian masyarakat, mulai dari pembuat apem, pedagang kaki lima, pengelola parkir, hingga penyedia transportasi lokal.

BACA JUGA: Grebeg Mulud Sekaten, Tradisi yang Diyakini Menambah Usia dan Menolak Bala

Puncak Grebeg Saparan yang digelar pada Jumat, 31 Juli 2026, dihadiri sekitar 50 ribu pengunjung. Membludaknya warga dan wisatawan memberikan tambahan pendapatan bagi pelaku usaha mikro di sekitar lokasi selama rangkaian acara berlangsung.

"Dampak ekonomi juga dirasakan sektor jasa yang dikelola warga," Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto dalam siaran resminya dikutip Sabtu (1/8).

BACA JUGA: Mengintip Pesona Grebeg Sudiro Solo

Pengelola parkir, penyedia transportasi lokal, serta warga yang membuka warung dan angkringan mampu mendulang keuntungan dari membludaknya pengunjung dan wisatawan selama rangkaian acara.

Selain itu juga melonjaknya permintaan terhadap kue apem, yang menjadi bagian utama tradisi ini, bahkan mencapai enam hingga tujuh ton. 

BACA JUGA: Dorong Perekonomian, Grebeg Apem Diapresiasi Menko Airlangga

"Tingginya kebutuhan membuat proses produksi melibatkan warga Jatinom serta masyarakat dari daerah sekitar," ujarnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang menghadiri acara tersebut mengapresiasi masyarakat Klaten karena terus menjaga tradisi yang telah diwariskan lintas generasi.

Menurut Airlangga, jumlah pengunjung Grebeg Saparan terus bertambah setiap tahun. Tradisi tersebut dinilai mampu memperkuat kerukunan sosial sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Kami berharap apa yang diajarkan Kiai Ageng Gribig terus dilanjutkan, terutama untuk mendorong nilai-nilai perekonomian dan kebahagiaan masyarakat. Sekali dalam setahun kita guyub rukun untuk menikmati apem,” kata Airlangga.

Grebeg Ageng Andum Apem Yaaqawiyyu merupakan tradisi pembagian kue apem yang diwariskan sejak masa Kiai Ageng Gribig. Ulama bernama asli Syekh Wasibagno Timur itu dikenal menggunakan apem sebagai salah satu sarana dalam menyiarkan ajaran Islam di tanah Jawa.

Tradisi tersebut terus dipertahankan masyarakat Jatinom sebagai simbol kebersamaan, rasa syukur, dan kepedulian terhadap sesama.

Airlangga mengajak seluruh unsur masyarakat menjaga keberlanjutan tradisi tersebut hingga ratusan tahun mendatang.

“Atas nama keluarga besar dzurriyah Kiai Ageng Gribig, saya mengucapkan terima kasih kepada panitia, ulama, tokoh masyarakat, relawan, Pemerintah Kabupaten Klaten, aparat keamanan, dan seluruh warga yang telah melestarikan tradisi luhur ini dari generasi ke generasi,” tuturnya.

Grebeg Saparan tahun ini mengangkat tema “Ingaluhur Rinasa Trusthaning Gusti”. Tema tersebut mengandung pesan bahwa kedudukan, ilmu, dan pencapaian manusia harus tetap dilandasi sikap rendah hati, tawakal, serta kepercayaan kepada Tuhan.

Nilai itu dinilai sejalan dengan keteladanan Kiai Ageng Gribig yang berdakwah melalui kelembutan, kebijaksanaan, dan keikhlasan.

Rangkaian Grebeg Saparan telah dimulai sejak 16 Juli 2026 melalui prosesi Ambuko Songsong Winadi yang menandai masuknya tanggal 1 Safar.

Kegiatan dilanjutkan dengan Semakan Al-Qur’an Bil Qhoib dan Khataman Al-Qur’an pada 22 Juli 2026, Maulid Al-Barzanji, haul Kiai Ageng Gribig, serta festival seni budaya yang berlangsung selama satu pekan.

Masyarakat juga mengikuti Naji Kopi Malahad dan Kirab Gunungan Apem dari Kantor Kecamatan Jatinom menuju Masjid Gedhe Jatinom. Puncaknya adalah prosesi penyebaran apem yang selalu menjadi magnet bagi puluhan ribu pengunjung.

Di tengah derasnya arus digitalisasi, Grebeg Saparan menunjukkan bahwa tradisi tidak harus berhenti sebagai kenangan. Ketika dikelola dan diwariskan dengan baik, kebudayaan dapat menjadi perekat sosial sekaligus mesin ekonomi bagi masyarakat lokal.

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen DPR RI Ravindra Airlangga, Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Klaten. (esy/jpnn)


Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Mesyia Muhammad


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perluas Akses Layanan Haji dan Umrah, Begini Strategi Bank Mega Syariah
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Misteri Satpam Tewas Terborgol di Jatiluhur, Warga Dengar Teriakan Minta Tolong
• 1 jam lalurctiplus.com
thumb
707 Siswa Diduga Keracunan MBG, BGN Suspend SPPG Karangturi Semarang
• 8 jam lalueranasional.com
thumb
Berkat Program Bupati Fandi Akhmad Yani, Nelayan Gresik Kini Punya Rumah Layak
• 10 jam laluberitajatim.com
thumb
Leo/Daniel waspadai pasangan baru Malaysia di final Taipei Open 2026
• 19 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.