Musim kemarau yang melanda Kabupaten Lebak, Banten, mengungkap pemandangan tak biasa di kawasan Bendungan Karian. Surutnya air secara drastis membangkitkan kembali jejak dua desa yang telah lama hilang akibat ditenggelamkan demi pembangunan bendungan tersebut.
Sisa-sisa bangunan rumah, ruas jalan desa, hingga hamparan sawah dan ladang yang dulu menjadi sumber penghidupan warga, kini muncul kembali ke permukaan setelah sekian lama terkubur di dasar air. Fenomena ini menjadi pengingat pilu bagi warga yang dulu mendiami kawasan tersebut.
Muhammad Husen, salah satu mantan penduduk desa, mengungkapkan rasa sedihnya saat melihat kembali puing-puing kampung halamannya.
Baca Juga :
Musim Kemarau Jadi Momentum Perkuat Kesiapsiagaan Relawan Kebencanaan
"Sedih, melihat kampung sendiri gitu. Biasa ramai kan jadi sepi. Terus masalah perekonomian juga biasa nemu terus, sekarang kan gara-gara pas diginiin agak kesusahan gitu," ujarnya dalam tayangan Metro Hari Ini Metro TV, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Menurutnya, ada lebih dari 1.000 kepala keluarga yang dulu bermukim di sana sebelum proyek bendungan dimulai.
Penyusutan air ini dilaporkan mulai terjadi sejak beberapa pekan terakhir. Bendungan Karian sendiri dibangun di aliran Sungai Ciberang, anak Sungai Ciujung, dengan fungsi vital sebagai penopang kebutuhan air baku, irigasi pertanian, serta pengendali banjir di wilayah Banten.




