BP Batam sosialisasikan Sekolah Merah Putih bagi masyarakat Rempang

antaranews.com
3 jam lalu
Cover Berita
Batam (ANTARA) - Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kepulauan Riau (Kepri) sosialisasikan Sekolah Terintegrasi Merah Putih bagi masyarakat dan calon murid di Pulau Rempang, yang menjadi lokasi pembangunan sekolah tersebut.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan kegiatan sosialisasi tersebut dilakukan menjemput momentum Hari Anak Nasional serta menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Hari ini kami ingin memberi pemahaman tentang Sekolah Terintegrasi Merah Putih, karena sekolah ini akan segera dibangun di Rempang. Sekolah ini merupakan upaya kami untuk merancang SDM unggul di wilayah hinterland,” katanya di Batam, Minggu.

Dihadiri oleh ratusan anak asli Rempang dan Galang, Amsakar mengatakan mereka harus diberi motivasi dan semangat untuk mengawal Kota Batam di masa depan.

“Sekolah Terintegrasi Merah Putih ini akan ada SD, SMP serta SMA di dalamnya. Kami yakin sekolah ini akan melahirkan anak-anak dengan bobot intelektual hebat,” kata dia.

Berdiri di atas Hak Pengelolaan Lahan (HPL) BP Batam seluas 18,5 hektare, sekolah terintegrasi ini bertujuan untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi dengan memberikan akses pendidikan gratis kepada anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Baca juga: BP Batam siapkan lahan 18,5 hektare untuk bangun Sekolah Rakyat

BP Batam, lanjutnya, memastikan seluruh tahapan tersebut berjalan sesuai ketentuan agar pembangunan dapat terlaksana tanpa mengalami hambatan.

Adapun proses yang tengah berlangsung meliputi penyelesaian perizinan Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR), Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), serta Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

Setelah seluruh proses perizinan selesai, kata Amsakar, pembangunan fisik akan dilaksanakan secara bertahap dengan target penyelesaian pada tahun 2028.

"Kami tidak ingin pembangunan dimulai tanpa seluruh aspek hukum dan teknis dipastikan selesai. Dengan begitu pembangunan dapat berjalan tepat waktu dan mematuhi regulasi yang ada. Karena sekolah ini bukan sekadar membangun gedung, tetapi membangun masa depan generasi Batam dalam menghadapi tantangan pembangunan nasional di masa mendatang," kata dia.

Deputi Bidang Infrastruktur Mouris Limanto menjelaskan bahwa sekolah terintegrasi tersebut lengkap dengan berbagai fasilitas.

“Nanti akan ada asrama, jadi murid akan memiliki tempat tinggal di area sekolah. Lalu ada area olahraga yang meliputi lapangan sepak bola, basket dan kolam renang. Akan ada perpustakaan, serta fasilitas ibadah masjid dan gereja,” kata dia.

Pendidikan vokasi juga menjadi bekal utama pada proses belajar-mengajar sebagai bekal peningkatan daya saing di era kemajuan ilmu dan teknologi saat ini.

"Pemerintah ingin agar anak-anak dari keluarga prasejahtera juga mendapat pendidikan yang layak. Sehingga, mereka mendapat bekal yang mumpuni dalam menghadapi tantangan kompetensi di dunia kerja," tambah Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra.

Baca juga: BP: Batam siap jadi pusat infrastruktur kecerdasan buatan skala global

Baca juga: KKP bangun Kampung Nelayan Merah Putih di Pulau Rempang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Xabi Alonso Senang Mykhailo Mudryk Segera Kembali ke Chelsea
• 10 jam lalumedcom.id
thumb
Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah: Kami Siap Hormati Pendapat Semua Pihak
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Tutup Kejuaraan Bulu Tangkis, Kapolri Komitmen Cetak Atlet Berprestasi
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
UMKM Binaan Pertamina Patra Niaga Curi Perhatian di IFW 2026
• 4 jam lalurepublika.co.id
thumb
Penonton Bioskop Indonesia Turun 16,7 Persen pada Paruh Pertama 2026
• 20 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.