Gelombang migrasi di Ceuta, Prancis perketat perbatasan dengan Spanyol

antaranews.com
7 jam lalu
Cover Berita
Paris (ANTARA) - Prancis telah memperketat pengawasan perbatasan dengan Spanyol menyusul gelombang migran di wilayah kantong Spanyol, Ceuta, yang terletak di sebelah utara Maroko, kata Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Jumat (31/7).

"(Migran yang masuk melalui) Ceuta tidak memiliki kebebasan bergerak ke wilayah Schengen lainnya. Namun, kemarin saya telah meminta Menteri Dalam Negeri untuk memperketat pengawasan di perbatasan kita dengan Spanyol jika diperlukan. Empat unit polisi keliling, pesawat, dan drone telah dikerahkan," kata Macron dalam sebuah unggahan di platform media sosial X.

Menurut otoritas setempat, sekitar 60.000 migran dari Maroko memasuki wilayah Ceuta, Spanyol secara ilegal dalam beberapa hari terakhir melalui jalur darat maupun laut.

Sebanyak 57 migran tewas saat berupaya mencapai wilayah itu dengan berenang, menurut surat kabar harian Spanyol El Pais.

Hingga Jumat sore waktu setempat, sekitar 48.000 migran telah meninggalkan wilayah kantong Spanyol tersebut untuk kembali ke Maroko, demikian diumumkan pemerintah Spanyol.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kala Anak Nasabah PNM Mekaar Berkata ‘Orang Tua Saya Berjuang di Sawah, Saya Berjuang di Sekolah’
• 19 jam laluidxchannel.com
thumb
Ajarkan Kebaikan Sejak Dini, Erika Carlina Rayakan Ulang Tahun Pertama Anak di Panti Asuhan
• 17 jam lalugrid.id
thumb
Wamen PANRB sebut Hoegeng Awards lahirkan teladan pelayanan publik
• 20 jam laluantaranews.com
thumb
Liga OTT Kepala Daerah, Saatnya Otopsi Kebangsaan
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Kecelakaan Mobil Berisi 7 Orang Terjun Jurang 20 Meter di Hutan Pekalongan, 1 Balita Tewas
• 20 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.