Bentrokan Imigran di Ceuta, Presiden Komisi Eropa: Perangi Migrasi Ilegal, Memerlukan Solidaritas

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menegaskan pentingnya pengawasan ketat di perbatasan luar kawasan Eropa, menyusul krisis migrasi di Ceuta, wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara yang berbatasan langsung dengan Maroko.

"Ini menunjukkan mengapa pengendalian perbatasan Eropa kita sangat penting. Kita telah memiliki sistem yang kuat, tetapi perlu ditingkatkan dan diperkuat lebih lanjut," ujar Von der Leyen melalui unggahan di platform media sosial X pada Sabtu, 1 Agustus 2026.

Baca Juga :
Bentrokan Imigran di Ceuta, PM Spanyol Sebut Pemerintah Eropa Egois dan Memecah Belah
Ratusan Imigran Maroko Bentrok dengan Aparat Gegara Terobos Perbatasan Spanyol

Presiden Komisi Eropa tersebut menekankan bahwa otoritas EU harus tetap waspada di titik-titik masuk utama serta menjaga koordinasi yang erat antarlembaga terkait.

"Pada saat yang sama, kita memerlukan proses pembelajaran untuk meningkatkan ketahanan Eropa," kata dia.

Dia menyatakan bahwa mayoritas imigran ilegal yang sempat memasuki wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara, Ceuta, kini telah kembali ke Maroko berkat kerja sama penegak hukum kedua negara.

"Kabar baiknya adalah sebagian besar dari mereka yang tiba secara ilegal telah kembali ke Maroko berkat kerja efektif aparat penegak hukum Spanyol dan Maroko,” kata Von der Leyen.

“Tidak ada satu orang pun yang berhasil mencapai daratan utama Spanyol maupun wilayah Uni Eropa lainnya,” ujarnya, menambahkan.

Von der Leyen mengatakan dirinya telah menggelar konferensi video bersama Komisioner Eropa untuk Urusan Dalam Negeri dan Migrasi Magnus Brunner serta Komisioner untuk Mediterania dan Demografi Dubravka Suica guna mendapatkan pembaruan informasi terkini mengenai krisis di Ceuta.

Von der Leyen juga menyampaikan bahwa Komisi Eropa telah menawarkan bantuan penuh kepada Spanyol sejak awal krisis.

Ia pun menyambut baik usulan dari sejumlah pemimpin negara anggota EU yang mendesak penyelenggaraan konferensi video darurat guna mengevaluasi penanganan situasi ini.

“Memerangi migrasi ilegal memerlukan solidaritas dan respons Eropa yang bersatu," kata Von der Leyen.

Sebelumnya, beberapa pemimpin Eropa menyerukan rapat darurat para menteri dalam negeri EU untuk membahas krisis migrasi di Ceuta serta merumuskan langkah terkoordinasi demi mencegah terjadinya penyeberangan ilegal lainnya.

Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri Spanyol, sedikitnya 67 korban tewas saat berusaha mencapai wilayah Spanyol selama krisis berlangsung, sementara hampir 70.000 imigran yang sempat memasuki Ceuta dari Maroko telah kembali.(ant)

Baca Juga :
69.500 Imigran Kembali ke Maroko, Korban Jiwa Capai 67 Orang
Buat Halau Imigran dari Maroko, Pemerintah Spanyol Pasang Penghalang di Lepas Pantai Ceuta
Imigran Ngaku Dibantu Polisi Maroko Menyeberang ke Ceuta

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Daihatsu Segarkan Sigra, Luncurkan Terios Special Edition, dan Gran Max Baru di GIIAS 2026
• 17 jam lalumedcom.id
thumb
Gedung Putih Membantah Klaim Beijing: Data yang Dicuri Mencakup Data Pemilih yang Tidak Bersifat Publik
• 17 jam laluerabaru.net
thumb
Bakal Tertibkan Pagar Mal, Gubernur Pramono: Jakarta Aman-Aman Saja
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Budisatrio Dorong Karang Taruna Berbasis Kader Berkualitas
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Chelsea resmi datangkan Danny Welbeck dari Brighton & Hove Albion
• 6 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.