REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kecerdasan buatan selama ini dipandang sebagai ancaman bagi lapangan kerja manusia, terutama pekerjaan kerah putih tingkat pemula. Namun, pembangunan infrastruktur fisik untuk menopang AI justru memunculkan kebutuhan besar terhadap kelompok pekerja yang selama bertahun-tahun kurang mendapat sorotan: teknisi listrik, tukang ledeng, pekerja baja, teknisi pendingin, dan pekerja konstruksi.
Skala kebutuhan itu terlihat dari dua proyek raksasa yang diumumkan Amerika Serikat pada akhir Juli 2026. Departemen Energi AS pada Rabu (29/7/2026) mengumumkan investasi swasta lebih dari 100 miliar dolar AS untuk mengubah kawasan bekas fasilitas pemerintah di Paducah, Kentucky, menjadi kompleks pusat data AI dan komputasi berperforma tinggi.
Baca Juga
Gaji hingga Rp2,53 Miliar: 4 Profesi yang Sulit Digantikan AI Menurut Bill Gates
Bill Gates Nilai Sejumlah Profesi Lebih Sulit Digantikan AI, Bagaimana Prospek dan Gajinya?
Bill Gates Menilai Sedikitnya Empat Bidang Pekerjaan Diperkirakan Paling Sulit Tergantikan AI
Proyek tersebut diperkirakan menciptakan sekitar 8.000 pekerjaan konstruksi dan 600 pekerjaan permanen. Kompleks itu akan didukung pembangkit gas berkapasitas dua gigawatt, penyimpanan baterai hingga 2,6 gigawatt, serta kampus AI berkapasitas 1,8 gigawatt.
Sehari sebelumnya, Meta dan BlackRock mengumumkan proyek pusat data senilai sekitar 14 miliar dolar AS di El Paso, Texas. Pusat data berkapasitas satu gigawatt itu diperkirakan membutuhkan lebih dari 4.000 pekerja konstruksi pada puncak pembangunan dan mempekerjakan 300 orang setelah beroperasi. Lebih dari 2.300 pekerja dilaporkan telah berada di lokasi pembangunan.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Dua proyek itu memberi konteks baru terhadap prediksi CEO Nvidia Jensen Huang bahwa gelombang pekerjaan bernilai tinggi berikutnya tidak hanya muncul dari laboratorium komputer atau kantor perusahaan teknologi. Ia juga akan lahir di lokasi konstruksi, pembangkit listrik, jaringan transmisi, pabrik semikonduktor, dan ruang mesin pusat data.
Dalam percakapan dengan CEO BlackRock Larry Fink pada Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Januari 2026, Huang menyebut ekspansi AI sebagai “pembangunan infrastruktur terbesar dalam sejarah manusia”. Menurut dia, AI bukan sekadar perangkat lunak, melainkan susunan industri yang membutuhkan energi, semikonduktor, komputer, pusat data, model AI, hingga aplikasi yang digunakan masyarakat.
“Energi menciptakan pekerjaan. Industri cip menciptakan pekerjaan. Lapisan infrastruktur menciptakan pekerjaan,” kata Huang di Davos. Ia kemudian menekankan pesannya dengan tiga kata: “Jobs, jobs, jobs.”
AI Memerlukan Kunci Inggris
Pusat data AI tidak dapat dibangun hanya oleh insinyur perangkat lunak. Fasilitas berukuran raksasa tersebut membutuhkan pekerja untuk memasang jaringan listrik bertegangan tinggi, sistem pendingin cair, pipa, generator, penyimpanan energi, rak komputer, serat optik, serta sistem pengamanan kebakaran.
Semakin kuat cip AI yang digunakan, semakin besar pula kebutuhan listrik dan panas yang harus dikelola. Karena itu, ledakan AI mengubah pekerjaan seperti teknisi listrik, teknisi HVAC, pekerja konstruksi, dan teknisi jaringan menjadi bagian penting dari rantai industri teknologi.