Bayi Orangutan Sumatra Lahir Hasil Program Rehabilitasi Kemenhut

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Kabar gembira datang dari dunia konservasi. Seekor bayi Orangutan Sumatra (Pongo abelii) lahir di Pusat Reintroduksi Orangutan Jantho di Cagar Alam (CA) Jantho, Kabupaten Aceh Besar. Anak Orangutan tersebut berasal dari induk bernama Wenda, orangutan hasil rehabilitasi yang telah hidup bebas di habitat alaminya sejak 2014.

“Komitmen untuk menjaga kelestarian Cagar Alam Jantho sebagai habitat orangutan Sumatra dengan memperkuat pengawasan, meningkatkan kolaborasi dengan mitra konservasi, serta melibatkan masyarakat dalam menjaga kawasan hutan dari ancaman perusakan dan perdagangan satwa liar," kata Kepala Balai KSDA Aceh, Ujang Wisnu Barata, dalam keterangan yang dikutip Minggu, 2 Agustus 2026.
 

Baca Juga :

Kemenhut Bongkar Pembalakan Liar di Solok, Tersangka Terancam 5 Tahun Penjara

Ujang Wisnu Barata menyampaikan, keberhasilan ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah, mitra konservasi, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian Cagar Alam Jantho sebagai habitat orangutan Sumatra.

"Keberhasilan ini adalah kerja bersama, dan kami percaya bahwa dengan sinergi semua pihak masa depan orangutan sumatera dan habitatnya akan tetap terjaga” ucap Ujang 

Terkonfirmasi pada 29 Juli 2026 sekitar pukul 16.30 wib, tim Post Release Monitoring (PRM) mendeteksi keberadaan 1 (satu) individu orangutan betina dewasa tampak menggendong bayinya. Setelah diamati lebih dekat orangutan tersebut adalah Wenda sedang menggendong bayi, yang diperkirakan bayinya berusia kurang dari seminggu, berjenis kelamin betina. 


Seekor bayi Orangutan Sumatra (Pongo abelii) lahir di Pusat Reintroduksi Orangutan Jantho di Cagar Alam (CA) Jantho, Kabupaten Aceh Besar. Foto: Dok. Istimewa.

Tanda-tanda kehamilannya mulai teridentifikasi sejak Januari 2026 melalui perubahan fisik yang diamati selama kegiatan monitoring. Kelahiran ini menjadi bukti keberhasilan program rehabilitasi dan pelepasliaran satwa liar yang dijalankan secara berkelanjutan oleh Kementerian Kehutanan bersama para mitra konservasi.

Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni menegaskan, kehadiran bayi ini adalah simbol harapan baru bagi keberlanjutan ekosistem hutan yang tak ternilai harganya. Pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat upaya konservasi, menindak tegas perdagangan satwa liar ilegal, dan memastikan bahwa setiap orangutan yang dilepasliarkan memiliki kesempatan hidup, beradaptasi, dan berkembang biak di habitat alaminya.

Kelahiran bayi orangutan di Cagar Alam Jantho bukan hanya kabar gembira, tetapi juga pengingat bagi kita semua bahwa menjaga hutan berarti menjaga kehidupan. orangutan hanya bisa bertahan jika habitatnya tetap lestari.

Wenda merupakan orangutan sitaan yang dibawa ke Pusat Karantina dan Rehabilitasi Orangutan-SOCP Sibolangit pada tahun 2009 dan pada saat itu Wenda masih berusia kurang lebih 1 tahun. Pada 2013 Wenda dipindahkan ke Pusat Reintroduksi Jantho dan dilepasliarkan pada tahun 2014. Selama hidup di alam liar, Wenda menjadi salah satu individu yang rutin dipantau oleh tim PRM.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ditjenpas Bantah Tudingan Intimidasi Nikita Mirzani, Sebut Pemeriksaan Sesuai SOP
• 3 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Ada Diskon 50%+20%, Beli Kasur di Transmart Tidur Makin Nyenyak
• 13 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Danny Welbeck Resmi Gabung ke Chelsea dengan Kontrak Dua Tahun
• 10 jam lalumedcom.id
thumb
Sayembara Dedi Mulyadi Soal Tangkap Begal Dikritik oleh Natalius Pigai, Begini Tanggapan sang Gubernur Jabar
• 7 jam lalugrid.id
thumb
5 Berita Terpopuler: Tak Akan PHK karena Ada Solusi Buat Gaji PPPK, Purbaya Tunggu Arahan Prabowo
• 7 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.