Temanggung (ANTARA) - Kondisi lingkungan yang semakin mempengaruhi ketersediaan sumber air, mendorong Perumda Air Minum Tirta Agung Kabupaten Temanggung untuk terus memperkuat upaya konservasi sumber daya air dengan membuat sumur resapan di sekitar sumber mata air.
"Selain melakukan reboisasi, perusahaan juga mengembangkan pembangunan sumur resapan di sekitar sumber air sebagai langkah menjaga cadangan air tanah," kata Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Agung Temanggung Rinto Adhi Utomo, di Temanggung, Minggu.
Ia menyampaikan, pembangunan sumur resapan diharapkan mampu meningkatkan daya serap air hujan ke dalam tanah sehingga keberlangsungan mata air tetap terjaga.
"Beberapa tahun lalu kami telah membangun sekitar 30 sumur resapan di Desa Pandemulyo. Alhamdulillah, program tersebut mendapat perhatian dari Coca-Cola Foundation yang kemudian mendukung pembangunan sekitar 800 sumur resapan di wilayah Pandemulyo. Seluruh pembangunan tersebut ditargetkan selesai tahun ini," katanya.
Baca juga: Sumur resapan bisa jadi solusi jaga ketersediaan air saat kemarau
Baca juga: Menabung dan mengolah air hujan solusi kurangi konsumsi air tanah
Menurut dia, program konservasi air kini berlanjut di Desa Tlahap. PDAM bekerja sama dengan pemerintah desa untuk menentukan titik-titik yang dinilai paling efektif dijadikan lokasi pembangunan sumur resapan. Salah satu kawasan yang menjadi prioritas berada di sekitar Mata Air Sidangdang yang memiliki debit air cukup besar.
Sebelum pembangunan dilakukan, katanya, PDAM terlebih dahulu melaksanakan kajian untuk menentukan daerah tangkapan air sehingga sumur resapan dibangun pada lokasi yang memberikan manfaat paling optimal bagi keberlanjutan sumber air.
Ia menuturkan, pelayanan air bersih melalui jaringan PDAM hingga saat ini belum menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Temanggung. Namun, Kecamatan Candiroto, Tretep, Wonoboyo, dan Bejen masih belum terlayani karena keterbatasan sumber mata air yang memenuhi syarat.
Meskipun demikian, katanya, kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah tersebut telah dibantu melalui Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang dikelola Kementerian Pekerjaan Umum. PDAM juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait agar pengembangan jaringan PDAM dan Pamsimas tidak saling tumpang tindih sehingga pembangunan infrastruktur menjadi lebih efektif dan efisien.
Baca juga: Yayasan Idep dan PNB Bali bangun 91 sumur pemanenan air hujan
Baca juga: DKI bangun hampir 30 ribu sumur resapan dalam lima tahun
"Selain melakukan reboisasi, perusahaan juga mengembangkan pembangunan sumur resapan di sekitar sumber air sebagai langkah menjaga cadangan air tanah," kata Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Agung Temanggung Rinto Adhi Utomo, di Temanggung, Minggu.
Ia menyampaikan, pembangunan sumur resapan diharapkan mampu meningkatkan daya serap air hujan ke dalam tanah sehingga keberlangsungan mata air tetap terjaga.
"Beberapa tahun lalu kami telah membangun sekitar 30 sumur resapan di Desa Pandemulyo. Alhamdulillah, program tersebut mendapat perhatian dari Coca-Cola Foundation yang kemudian mendukung pembangunan sekitar 800 sumur resapan di wilayah Pandemulyo. Seluruh pembangunan tersebut ditargetkan selesai tahun ini," katanya.
Baca juga: Sumur resapan bisa jadi solusi jaga ketersediaan air saat kemarau
Baca juga: Menabung dan mengolah air hujan solusi kurangi konsumsi air tanah
Menurut dia, program konservasi air kini berlanjut di Desa Tlahap. PDAM bekerja sama dengan pemerintah desa untuk menentukan titik-titik yang dinilai paling efektif dijadikan lokasi pembangunan sumur resapan. Salah satu kawasan yang menjadi prioritas berada di sekitar Mata Air Sidangdang yang memiliki debit air cukup besar.
Sebelum pembangunan dilakukan, katanya, PDAM terlebih dahulu melaksanakan kajian untuk menentukan daerah tangkapan air sehingga sumur resapan dibangun pada lokasi yang memberikan manfaat paling optimal bagi keberlanjutan sumber air.
Ia menuturkan, pelayanan air bersih melalui jaringan PDAM hingga saat ini belum menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Temanggung. Namun, Kecamatan Candiroto, Tretep, Wonoboyo, dan Bejen masih belum terlayani karena keterbatasan sumber mata air yang memenuhi syarat.
Meskipun demikian, katanya, kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah tersebut telah dibantu melalui Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang dikelola Kementerian Pekerjaan Umum. PDAM juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait agar pengembangan jaringan PDAM dan Pamsimas tidak saling tumpang tindih sehingga pembangunan infrastruktur menjadi lebih efektif dan efisien.
Baca juga: Yayasan Idep dan PNB Bali bangun 91 sumur pemanenan air hujan
Baca juga: DKI bangun hampir 30 ribu sumur resapan dalam lima tahun





