Liputan6.com, Jakarta - MRT Jakarta memastikan pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta. Proyek yang masih dalam proses tender tersebut diperkirakan membutuhkan investasi sekitar Rp300 miliar.
Advisor Program Management Office Division MRT Jakarta Agus Trihan mengatakan nilai tersebut merupakan estimasi kebutuhan investasi untuk pembangunan fisik Pedestrian Deck Dukuh Atas.
Advertisement
“Proyek ini sedang dalam proses tender, namun secara kasar nilai investasi untuk pembangunan fisiknya mencapai sekitar Rp300 miliar,” kata Agus dalam rangkaian MRTJ Fellowship Program 2026 di Jakarta.
Seluruh pendanaan proyek akan berasal dari MRT Jakarta. Skema pembiayaannya terdiri atas 50 persen dana investasi MRT Jakarta dan 50 persen lainnya direncanakan berasal dari pinjaman atau loan.
Agus mengatakan MRT Jakarta tidak menggunakan skema investasi dari pihak swasta karena mempertimbangkan status kepemilikan aset setelah proyek selesai dibangun.
Menurut dia, pembiayaan yang bersumber dari MRT Jakarta akan membuat Pedestrian Deck Dukuh Atas menjadi aset milik MRT. Status tersebut dinilai dapat mempermudah koordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
“Jika dibangun dengan dana MRT, maka aset tersebut milik MRT. Hal ini memudahkan koordinasi dengan pihak Pemerintah Provinsi karena status aset bangunannya jelas milik MRT di atas lahan milik Pemprov,” ujar Agus.




