jpnn.com, JAKARTA - Pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang siap bekerja keras membesarkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dinilai menjadi pertaruhan politik menjelang Pemilu 2029.
Direktur Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai keberhasilan atau kegagalan PSI lolos ke parlemen bakal menjadi ukuran masih kuat atau tidaknya pengaruh politik Jokowi setelah lengser dari kursi presiden.
BACA JUGA: Jokowi Minta Kader PSI Bantu Rakyat, Kalau Sudah Buntu Bisa ke Solo
"Ini pertaruhan politik yang ingin ditunjukkan kepada siapa pun, terutama kepada mereka yang menganggap Jokowi tidak lagi punya kekuatan setelah tidak menjadi presiden," kata Adi melalui kanal YouTube Adiprayitnoofficial miliknya, Minggu (2/8).
Adi menyebut langkah Jokowi itu sebagai bentuk perjudian politik. Sebab, hasil PSI pada Pemilu 2029 akan menjadi tolok ukur sejauh mana pengaruh politik mantan presiden tersebut masih bertahan.
BACA JUGA: Jokowi: Bila Ada Masalah di Antara Kader PSI yang Tidak Selesai, Silakan ke Solo
Menurut dia, kemampuan PSI menembus parlemen akan menjadi indikator utama kekuatan politik Jokowi.
"Kalau 2029 PSI lolos ke parlemen, pasti Jokowi akan diapresiasi. Itu akan menjadi bukti bahwa Jokowi memang sakti mandraguna," ujarnya.
BACA JUGA: Adi Prayitno Sebut Jokowi Aktif Berpolitik demi Menjaga Relevansi Gibran dan PSI
Adi menambahkan, rekam jejak kemenangan politik Jokowi sejak menjadi Wali Kota Solo, Gubernur DKI Jakarta, hingga dua periode menjadi Presiden RI akan semakin menguat jika PSI mampu meraih hasil signifikan pada Pemilu 2029.
"Orang akan melihat Jokowi sebagai figur yang selalu berhasil memenangkan pertarungan politik. Itu yang sedang dipertaruhkan sekarang lewat PSI," pungkas Adi. (kkp/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Demi Target Besar 2029, Jokowi Minta PSI Ubah Cara Kerja Organisasi
Redaktur : M. Rasyid Ridha
Reporter : Kenny Kurnia Putra




