Sumenep, ERANASIONAL.COM – Proses evakuasi penumpang dan awak KM Mutiara Sentosa 2 yang terbakar di perairan utara Sumenep, Madura, masih terus dilakukan hingga Minggu (2/8/2026) siang.
Tim SAR bersama unsur terkait mengerahkan sejumlah kapal untuk menyelamatkan seluruh korban yang masih berada di lokasi kejadian.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Surabaya, Didit Arie Ristandy, mengatakan sedikitnya lima kapal telah berada di sekitar lokasi kebakaran sejak pukul 11.00 WIB untuk mendukung operasi penyelamatan.
Menurut Didit, kapal tunda TB Hasnur 26 menjadi armada pertama yang menjangkau lokasi dan melakukan evakuasi.
Penumpang yang berhasil diselamatkan kemudian dipindahkan ke kapal-kapal lain yang berada di sekitar area kejadian.
Ia menjelaskan, berdasarkan pengamatan di lapangan, sekitar 85 hingga 90 persen badan KM Mutiara Sentosa 2 telah dilalap api.
Meski mengalami kerusakan parah akibat kebakaran, kapal tersebut masih mengapung di permukaan laut.
Dalam situasi darurat itu, sejumlah penumpang memilih melompat ke laut agar lebih cepat dievakuasi oleh tim penyelamat.
Sementara sebagian lainnya tetap bertahan di bagian haluan kapal yang dinilai masih aman karena belum tersentuh kobaran api.
“Dilaporkan ada beberapa penumpang yang berusaha untuk menceburkan diri ke laut supaya bisa dievakuasi. Namun, sampai dengan saat ini masih ada beberapa penumpang yang berada di atas haluan,” ujar Didit.
Untuk mempercepat proses penyelamatan, Basarnas juga mengerahkan Rigid Inflatable Boat (RIB) 01 dari Pelabuhan Kalianget menuju lokasi kebakaran.
Pengoperasian kapal cepat tersebut tetap mempertimbangkan kondisi cuaca serta tinggi gelombang di perairan.
Basarnas juga berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sumenep guna menyiapkan Pelabuhan Kalianget sebagai titik penerimaan seluruh penumpang setelah proses evakuasi selesai dilakukan.
“Semua penumpang harus dievakuasi dulu. Setelah itu baru kita pikirkan kembali, setelah terevakuasi semua bisa diarahkan ke pelabuhan terdekat. Pelabuhan terdekat saat ini berada di Kabupaten Sumenep, yaitu Pelabuhan Kalianget,” kata Didit.
Terkait jumlah penumpang dan awak kapal, Didit mengungkapkan pihaknya masih melakukan verifikasi karena terdapat perbedaan antara laporan awal dan data manifes dari perusahaan pelayaran.
Data sementara yang diterima Basarnas mencatat terdapat 180 penumpang dan 47 awak kapal.
Namun angka tersebut belum dapat dipastikan karena masih dalam proses pencocokan dengan manifes resmi.
“Untuk data awal yang kami terima, ada 180 penumpang dan 47 crew. Namun, informasi ini kami akan cocokkan dengan data manifes dari perusahaan pelayaran tersebut. Ternyata ada perbedaan jumlah,” jelasnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada kepastian mengenai jumlah penumpang yang telah berhasil dipindahkan ke kapal-kapal penyelamat.
Tim SAR masih memusatkan perhatian pada upaya menyelamatkan seluruh penumpang dan awak kapal.
Sementara itu, penyebab kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 juga masih belum diketahui.
Basarnas menyatakan masih menunggu hasil koordinasi dan informasi dari instansi terkait mengenai penyebab pasti insiden tersebut.
“Kami hanya mendapatkan laporan awal bahwa terjadi kebakaran, namun belum mendapatkan informasi lanjutan penyebab kebakaran tersebut,” pungkas Didit. []





