kesehatan finansial WTON juga terjaga dengan baik, yang terlihat dari likuiditas memadai dengan current ratio 130,95 persen.
IDXChannel - PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) mencatatkan perolehan pendapatan usaha sebesar Rp1,48 triliun di sepanjang enam bulan pertama 2026.
Dari capaian tersebut, anak usaha dari PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) itu berhasil menyisihkan laba sebesar Rp4,74 miliar, atau tumbuh sebesar 9,14 persen dibanding realisasi laba pada periode sama tahun sebelumnya, yang tercatat masih sebesar Rp4,34 miliar.
"Kami berhasil mengoptimalkan momentum pemulihan dan percepatan proyek strategis, sehingga berhasil membukukan kinerja keuangan yang solid di sepanjang paruh pertama tahun ini," ujar Corporate Secretary WTON, Ignatius Harry, dalam keterangan resminya, Kamis (30/7/2026).
Menurut Ignatius, capaian operasional Perseroan yang tangguh ini ditopang oleh penerapan upaya strategis, mencakup efisiensi melalui divestasi aset nonproduktif, optimalisasi sistem digital berbasis ERP, serta penguatan tata kelola berkelanjutan demi memacu likuiditas dan keunggulan kompetitif.
Dari sisi neraca, kesehatan finansial WTON juga terjaga dengan baik, yang terlihat dari likuiditas memadai dengan current ratio 130,95 persen. Sementara pada saat yang sama, struktur permodalan Perseroan juga semakin sehat, seiring penurunan rasio utang terhadap ekuitas (DER) menjadi 71,52 persen, dari posisi sebelumnya di level 81,75 persen (YoY).
"Capaian ini menandakan bahwa permodalan Perseroan semakin kuat dan pendanaan operasional perusahaan tidak terlalu bergantung pada utang. Sementara, postur pendapatan secara proporsional digerakkan oleh segmen produk putar 47,91 persen, non-putar 34,44 persen, konstruksi 13,27 persen, dan jasa 4,37 persen," ujar Ignatius.
Dalam penjelasannya, Ignatius mengeklaim bahwa kedisiplinan finansial telah terbukti menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan bisnis Perseroan, di mana stabilitas operasional dan keuangan saat ini menunjukkan bahwa strategis WTON dalam mengelola bisnisnya terbukti telah cukup efektif.
"Fokus kami saat ini adalah menjaga ritme tersebut demi mewujudkan penciptaan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan dan masyarakat," ujar Ignatius.
Sementara, terkait dengan proyeksi kinerja di semester II-2026, dikatakan Ignatius, pihaknya bakal terus melanjutkan strategi transformasi dan berinovasi untuk menjaga keberlanjutan bisnis, sebagai bagian dari ekosistem Danantara dan BUMN.
"Rangkaian inisiatif tersebut difokuskan pada penciptaan nilai jangka panjang yang diyakini akan berdampak positif bagi kinerja finansial WIKA Beton," ujar Ignatius.
(taufan sukma)





