Surabaya, ERANASIONAL.COM – Media Relations Awards (MRA) 2026 yang diselenggarakan Serikat Perusahaan Pers (SPS) kembali memberikan apresiasi kepada korporasi, institusi, dan perguruan tinggi yang dinilai berhasil membangun komunikasi publik yang kredibel dan hubungan baik dengan media.
Pada ajang nasional tersebut, PT Perkebunan Nusantara I (Persero) Regional 5 berhasil meraih penghargaan Gold Winner untuk kategori Program Media Relations.
Penghargaan itu diraih melalui program “Garda Reputasi: Strategi Pengelolaan Berita Negatif PTPN I Regional 5”. Capaian tersebut menjadi istimewa karena merupakan kali pertama PTPN I Regional 5 mengikuti kategori Program Media Relations di MRA SPS dan langsung meraih penghargaan tertinggi.
Region Head PTPN I Regional 5, Subagiyo, mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil sinergi perusahaan bersama insan pers dalam membangun komunikasi yang terbuka dan terpercaya.
“Penghargaan ini menjadi kebanggaan bagi kami sekaligus bentuk apresiasi kepada seluruh insan pers yang selama ini berjalan bersama PTPN I (Persero) Regional 5,” ujarnya.
Menurut Subagiyo, kolaborasi dengan media turut mendukung penyampaian informasi yang akurat, termasuk mengenai pengelolaan kopi di kawasan Ijen, sehingga mampu meningkatkan pemahaman masyarakat.
“Terima kasih kepada seluruh insan pers yang selama ini membersamai kami. Kami berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus menghadirkan informasi yang akurat dan berimbang, termasuk mengenai pengelolaan kopi di kawasan Ijen, sehingga masyarakat memperoleh pemahaman yang utuh dan objektif,” katanya.
MRA SPS 2026 diikuti 186 karya dari 52 korporasi, institusi, dan perguruan tinggi. Berdasarkan hasil media monitoring yang menjadi bagian dari penilaian, strategi media relations PTPN I Regional 5 dinilai berhasil mengubah dominasi pemberitaan bernada negatif menjadi lebih positif.
Ketua Umum SPS, Januar P. Ruswita, menegaskan bahwa hubungan yang sehat antara media dan para pemangku kepentingan menjadi fondasi penting dalam menjaga kualitas informasi di era digital.
“Pers yang bermartabat adalah fondasi lahirnya informasi yang berdaulat. Di tengah banjir informasi dan disrupsi teknologi, relasi yang sehat antara media dengan berbagai pemangku kepentingan menjadi syarat utama agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipercaya,” ujar Januar.





