REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV— Ketika parlemen Israel (Knesset) menganugerahkan penghargaan kepada Perdana Menteri India Narendra Modi pada akhir Februari lalu, sang pemimpin India tampak terharu dan bahagia.
Momen yang terlihat simbolis itu belakangan diketahui merupakan puncak dari rangkaian kerja sama besar yang telah dibangun selama bertahun-tahun, jauh dari sorotan publik.
Baca Juga
Terungkap 3 Opsi Terkait Iran yang Dibicarakan Trump dan Netanyahu Secara Tertutup
Mengapa Menara Masjid Membuat Eropa Gelisah? Ini Analisis Jurnalis Senior Mesir
Mengapa Iran Serang Negara-Negara Teluk Bukan Israel Langsung? Ini Versi Analis Kuwait
Modi, yang kerap menyebut dirinya lahir pada hari India mengakui berdirinya negara Israel, dalam beberapa tahun terakhir tampil sebagai salah satu pemimpin dunia yang paling dekat dengan Tel Aviv.
Bahkan, ketika banyak negara mulai mengambil jarak dari Israel akibat perang di Gaza dan tingginya korban sipil, Modi justru mempererat hubungan dengan pemerintahan Benjamin Netanyahu.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Kedekatan itu membuahkan dukungan dan pujian dari sejumlah tokoh politik Israel, termasuk Netanyahu dan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich.
Di bawah kepemimpinan Modi, India dan Israel menandatangani berbagai kesepakatan ekonomi bernilai miliaran dolar yang mencakup sektor perdagangan, transportasi, teknologi, pangan, hingga kesehatan.
Namun, menurut berbagai laporan dan dokumen yang muncul belakangan, penghormatan besar Israel terhadap Modi tidak semata-mata lahir dari hubungan dagang atau investasi.
Sebuah laporan terbaru yang diterbitkan Amnesty International, dikutip dari Aljazeera, Ahad (2/8/2026), mengungkap bahwa India memiliki peran penting dalam memasok senjata dan amunisi ke Israel selama perang yang berlangsung di Gaza.
Laporan berjudul Made in India: Arming Israel (Dibuat di India: Memasok Senjata untuk Israel) menyebut adanya hubungan yang erat dan menguntungkan antara perusahaan-perusahaan India dengan militer Israel.