Jakarta, tvOnenews.com – Kementerian Perdagangan (Kemendag) menurunkan Harga Patokan Ekspor (HPE) dan Harga Referensi (HR) emas untuk periode 1–14 Agustus 2026 seiring melemahnya harga emas di pasar global.
Koreksi tersebut dipicu penguatan mata uang utama dunia, kenaikan imbal hasil obligasi internasional, serta suku bunga yang masih tinggi sehingga mengurangi daya tarik emas sebagai aset investasi.
Berdasarkan Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1669 Tahun 2026 tentang Harga Patokan Ekspor dan Harga Referensi atas Produk Pertambangan yang Dikenakan Bea Keluar, HPE emas ditetapkan sebesar US$130.921,50 per kilogram, turun 0,7 persen dibandingkan periode kedua Juli 2026 yang mencapai US$131.839,51 per kilogram.
Sementara itu, HR emas juga mengalami penurunan menjadi US$4.072,12 per troy ounce (t oz) dari sebelumnya US$4.100,67 per troy ounce.
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Tommy Andana mengatakan, selama periode pengumpulan data, harga emas global memang mengalami pelemahan sebesar 0,7 persen sehingga memengaruhi penetapan HPE dan HR emas pada awal Agustus.
“Penurunan HPE dan HR emas terjadi akibat menguatnya nilai tukar mata uang utama global serta meningkatnya imbal hasil obligasi di pasar internasional. Kemudian, kebijakan suku bunga yang masih berada pada level tinggi turut menekan harga emas karena emas tidak memberikan imbal hasil berkala, sehingga investor beralih ke instrumen lain dengan risiko dan keuntungan yang lebih terukur,” jelas Tommy, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (2/8/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan perubahan preferensi investor global yang mulai mengalihkan dana dari emas menuju instrumen investasi berbasis pendapatan tetap, terutama obligasi, yang menawarkan tingkat pengembalian lebih menarik di tengah tingginya suku bunga.
Tommy menjelaskan, pergeseran aliran investasi itu berdampak langsung terhadap melemahnya permintaan emas di pasar internasional. Di sisi lain, pasokan emas dunia masih berada pada level yang memadai sehingga tekanan terhadap harga semakin besar.
“Peralihan investasi tersebut berdampak langsung pada menurunnya permintaan emas di pasar global. Dengan pasokan emas dunia yang tetap memadai, situasi ini menciptakan tekanan yang memicu koreksi harga di pasar internasional. Secara keseluruhan, rangkaian faktor tersebut pada akhirnya menyebabkan penurunan HPE dan HR emas periode I Agustus 2026,” ujarnya.




