Mendagri Gelar Groundbreaking Sekolah Rakyat di Biak Numfor Papua

cnbcindonesia.com
18 jam lalu
Cover Berita
Foto: dok Istimewa

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian melakukan groundbreaking (peletakan batu pertama) pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Biak Numfor, Papua, Sabtu (1/8/2026). Momentum tersebut menandai komitmen Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam mendukung implementasi program prioritas Presiden.

Menurut Mendagri, Presiden Prabowo Subianto memiliki perhatian yang besar terhadap rakyat kecil, salah satunya terwujud dalam kebijakan pembangunan Sekolah Rakyat. Kebijakan tersebut, jelas Mendagri, lahir dari keprihatinan Presiden Prabowo terhadap anak-anak terlantar. Hal itu sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar (UUD) Tahun 1945 Pasal 34 Ayat (1) yang menyebutkan bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.

"Terlintaslah ide beliau (Presiden Prabowo) 'Kita harus memelihara anak-anak terlantar'. Salah satunya, dengan cara diberikan sekolah untuk mereka supaya mereka tidak lagi menjadi pengemis seperti bapaknya, supaya mereka tidak lagi jadi pemulung seperti bapaknya. Mereka harus naik kelas, dan itu tanggung jawab negara," ujar Mendagri dikutip Sabtu (1/8/2026).

Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat berada di bawah tanggung jawab Kementerian Sosial (Kemensos). Program tersebut menyasar anak-anak terlantar dari kelompok masyarakat prasejahtera, khususnya yang berada pada desil 1 dan 2. Sekolah tersebut dibangun dengan konsep asrama dan seluruh biaya pendidikannya ditanggung negara.

Selain menyediakan fasilitas penunjang dan tenaga pendidik terbaik, pembinaan Sekolah Rakyat juga berada di bawah koordinasi Kemensos. Sementara itu, Kemendagri mendapat tugas mengoordinasikan pemerintah daerah (Pemda) agar mendukung pelaksanaan program, salah satunya melalui penyediaan lahan.


Baca: 3 Jurus Utama Aman Finansial Saat Ekonomi Gonjang-ganjing



Meski demikian, Mendagri mengakui tidak semua daerah langsung merespons program tersebut. Di Provinsi Papua, kata dia, hanya beberapa daerah yang sejak awal menunjukkan kesiapan.

"Dan salah satunya adalah yang proaktif adalah Bupati Biak ... Kalau beliau tidak nyiapkan ini, tidak akan jadi ini barang. Ya makanya tadi di Papua sendiri cuma tiga yang menyambut, Jayapura, Sarmi, dan Biak," tambahnya.

Mendagri menambahkan, Presiden Prabowo sendiri telah meresmikan 166 Sekolah Rakyat secara serentak dari Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Januari 2026 lalu. Setelah peresmian tersebut, pembangunan Sekolah Rakyat terus dilanjutkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di berbagai daerah dengan menggunakan prototipe bangunan yang sama.

Dalam kesempatan itu, Mendagri mengajak para kepala daerah se-Tanah Papua untuk mendukung program Sekolah Rakyat. Menurutnya, program tersebut merupakan langkah strategis dalam memperluas akses pendidikan sekaligus membuka kesempatan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera agar memiliki masa depan lebih baik.

"Saya juga merasa bangga karena bisa melakukan groundbreaking di sini ... Saya terima kasih dan merasa terhormat," tandas Mendagri.

Turut hadir pada kegiatan tersebut Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Tri Tito Karnavian, Wakil Gubernur Papua Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen, Bupati Biak Numfor Markus Octovianus Mansnembra beserta istri, Ketua DPRD Biak Numfor Daniel Rumanasen, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Biak Numfor.

Baca: Aset Pemerintah RI Tembus Rp14.600 Triliun, Ini Rinciannya

(dpu/dpu)
Saksikan video di bawah ini:
Mendagri Buka Suara Soal Isu Keuangan 490 Pemda & Nasib Pegawai PPPK

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kronologi Kecelakaan Truk Tronton Tabrak Motor di Purworejo, 3 Bocah Dinyatakan Tewas
• 1 jam lalugrid.id
thumb
Jokowi: PSI Punya Target Besar di 2029, Bukan Sekadar Lolos ke Senayan
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
BNPB Catat 34 Kejadian Bencana di Indonesia dalam Dua Hari, Mayoritas Kartutla dan Kekeringan
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Penipuan Lowongan Kerja RSUD Karanganyar, 3 ASN Jadi Tersangka Rugikan Korban Rp280 Juta
• 21 jam lalurctiplus.com
thumb
Terungkap, Penyebab Dayat Menyiksa dan Merekam Buah Hatinya Hingga Mengeluarkan Darah
• 6 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.