JAKARTA, DISWAY.ID – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bergerak cepat menangani insiden kebakaran yang menimpa KM Mutiara Sentosa II di Perairan Laut Jawa, Minggu (2/8/2026).
Fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan seluruh penumpang dan awak kapal dapat dievakuasi dengan cepat, aman, dan optimal.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud menegaskan keselamatan penumpang dan awak kapal menjadi prioritas utama dalam penanganan insiden tersebut.
BACA JUGA:Penumpang KM Mutiara Sentosa 2 Berlompatan ke Laut Saat Kapal Terbakar di Perairan Sumenep
“Keselamatan penumpang dan awak kapal merupakan prioritas utama. Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan proses evakuasi dapat berjalan dengan cepat, aman, dan efektif,” ujar Masyhud dalam keterangannya, Minggu.
Dalam operasi evakuasi, kapal Meratus Project 3 menjadi salah satu yang pertama menemukan posisi KM Mutiara Sentosa II.
Namun, karena kapal tersebut mengangkut muatan berbahaya (dangerous cargo), proses evakuasi penumpang tidak dapat dilakukan secara langsung.
Sebagai gantinya, proses penyelamatan dilakukan dengan melibatkan sejumlah kapal lain yang berada di sekitar lokasi, yakni TB Hasnur 26, KM Prakarsa Mas, KM Meratus Pematang Siantar, dan KM Transco Arafura.
BACA JUGA:KM Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Perairan Sumenep, Penumpang Panik dan Berkumpul di Geladak
Berdasarkan laporan sementara, para penumpang masih menunggu proses evakuasi oleh kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Ditjen Hubla bersama instansi terkait juga telah mendirikan posko untuk memperkuat koordinasi operasi penyelamatan.
Hingga saat ini, proses evakuasi masih berlangsung, sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
Kemenhub menyatakan akan terus memantau perkembangan di lapangan dan menyampaikan informasi lanjutan setelah seluruh data berhasil diverifikasi.
“Kami akan terus menyampaikan perkembangan penanganan insiden ini secara berkala setelah seluruh informasi yang diterima dari lapangan selesai diverifikasi, sehingga informasi yang disampaikan kepada masyarakat akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Masyhud.
BACA JUGA:Marak Pencurian Besi Hidran di Jakarta, Pramono Desak Aparat Tindak Tegas Pelaku!
- 1
- 2
- »





