HARIAN.FAJAR.CO.ID, PINRANG – Pengurus Pusat Kesatuan Pelajar Mahasiswa Pinrang (PP-KPMP) menggelar dialog publik dan diskusi panel bertajuk Peluang dan Tantangan Kabupaten Pinrang: Goals Kemandirian Ekonomi Daerah di Warkop Forest, Kabupaten Pinrang pada Sabtu, 1 Agustus 2026.
Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan unsur pemerintah, akademisi, mahasiswa, dan berbagai pemangku kepentingan untuk merumuskan strategi memperkuat kemandirian ekonomi daerah.
Ketua Umum PP-KPMP Anmar mengatakan forum tersebut merupakan wujud komitmen organisasi dalam menghadirkan ruang dialektika yang melahirkan gagasan dan rekomendasi strategis bagi pembangunan Kabupaten Pinrang.
“Sebagai organisasi mahasiswa daerah, PP-KPMP memiliki tanggung jawab moral menghadirkan ruang dialektika yang mempertemukan akademisi, pemerintah, dan masyarakat,” ucapnya.
Anmar berharap agar hasil dialog publik dan diskusi panel bisa menjadi referensi pemerintah dalam memperkuat kemandirian ekonomi di Bumi Lasinrang.
“Kami berharap hasil diskusi ini tidak berhenti sebagai wacana, tetapi menjadi referensi dalam penyusunan kebijakan pembangunan yang memperkuat kemandirian ekonomi Kabupaten Pinrang,” ujar Anmar.
Dialog publik menghadirkan Sekretaris Daerah Kabupaten Pinrang Andi Tjalo Kerrang, Ketua Pengembangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMI Makassar Prof Mursalim Laekkeng, serta Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pinrang Amri Manangkasi, sebagai narasumber.
Dalam pemaparannya, Amri Manangkasi menekankan pentingnya penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai fondasi menuju kemandirian fiskal.
Menurutnya, peningkatan PAD dapat mengurangi ketergantungan pemerintah daerah terhadap dana transfer dari pemerintah pusat.
Ia menjelaskan, optimalisasi PAD dapat dilakukan melalui peningkatan penerimaan pajak dan retribusi daerah, pengelolaan aset, serta pengembangan sumber-sumber pendapatan daerah yang sah.
Upaya tersebut juga perlu didukung penguatan regulasi, peningkatan kualitas pelayanan publik, digitalisasi sistem pemungutan, serta pengawasan yang efektif untuk mencegah kebocoran pendapatan.
“Peraturan Daerah mengenai PAD harus menjadi instrumen yang mendorong investasi, memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan yang berkelanjutan,” kata Amri.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Pinrang Andi Tjalo Kerrang menegaskan sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
Menurutnya, potensi komoditas unggulan seperti padi, jagung, hortikultura, dan peternakan perlu terus dioptimalkan sebagai penggerak utama ekonomi Kabupaten Pinrang.
“Potensi komoditas unggulan seperti padi, jagung, hortikultura, dan peternakan perlu terus dioptimalkan sebagai penggerak utama ekonomi daerah”, Ucap Andi Tjalo.
Pada kesempatan yang sama, Prof. Mursalim Laekkeng menilai kemandirian ekonomi daerah harus dibangun di atas tiga pilar utama, yakni Civil Society, Good Corporate Governance, dan Good Governance.
Ia menegaskan sinergi ketiga pilar tersebut menjadi fondasi penting bagi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Selain itu, Prof. Mursalim juga menekankan pentingnya inovasi pembangunan, khususnya di bidang infrastruktur, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan guna mempercepat terwujudnya kemandirian ekonomi Kabupaten Pinrang.
“Kolaborasi ketiga pilar tersebut merupakan fondasi penting bagi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan,” katanya. (ams)





