JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Kapolres Malang, Kombes Ferli Hidayat, ditunjuk sebagai Koordinator Staf Pribadi Pimpinan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Koorspripim) Polri baru.
Mutasi tersebut tertuang dalam dua Surat Telegram (ST) Kapolri tertanggal 31 Juli 2026, yakni ST/1585/VII/KEP./2026.
“Kombes Pol Ferli Hidayat SH SIK MH NRP 82091225 PS Koorspripim Polri Dikukuhkan sebagai Koorspripim Polri,” demikian keterangan dalam surat telegram dikutip Minggu (2/8/2026).
Baca juga: Mutasi Polri Juli 2026: Kapolresta Kendari Berganti, Kombes Safii Nafsikin Gantikan Edwin Louis Sengka
Koorspripim Polri bertugas untuk membantu kedinasan dan tugas khusus Kapolri serta Wakapolri.
Sebelumnya, Ferli Hidayat menjadi Pejabat Sementara (Ps) Koorspripim Polri.
Pernah dipecat buntut tragedi KanjuruhanPada 3 Oktober 2022, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi mencopot Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat usai kejadian tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.
Hal ini diputuskan berdasarkan surat telegram ST 2098/X/Kep/2022.
“Malam hari ini juga bapak Kapolri mengambil satu keputusan memutuskan berdasarkan surat telegram nomor ST/2098/X/KEP/2022 menonaktifkan sekaligus mengganti Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat, dimutasikan sebagai pamen AS SDM Polri,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo seperti dikutip Kompas TV, Senin, 3 Oktober 2022.
Baca juga: Kapolri Copot Kapolres Malang Buntut Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan
Kapolri pun menunjuk Kapolres Pelabuhan Tanjuk Priok AKBP Putu Kholis Aryana mengisi posisi Kapolres Malang.
Kerusuhan terjadi di stadion Kanjuruhan usai Arema FC mengalami kekalahan saat bertanding melawan Persebaya Surabaya dalam laga pekan ke-11 Liga 1 2022-2023, Sabtu (1/10/2022).
Kejadian itu memakan sebanyak 125 korban meninggal dunia dan 330 korban mengalami luka-luka. Selanjutnya, jumlah korban menjadi 135 orang.
Baca juga: Korban Tewas Tragedi Kanjuruhan Jadi 135 Orang, Farzah Dwi Kurniawan Meninggal Dunia di RSSA Malang
Diketahui, kerusuhan itu tidak terelakkan saat Aremania turun ke lapangan untuk menyampaikan protes.
Saat berusaha mengendalikan situasi, jajaran pengamanan menembaki gas air mata ke beberapa arah kerumunan supporter. Bahkan ke beberapa tribun yang masih banyak suporter Aremania.
Kondisi akhirnya menjadi semakin mencekam karena banyak suporter yang terinjak-injak hingga sesak napas akibat gas air mata yang ditembakkan ke tribun stadion.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




