Muktamar NU Harus Melahirkan Pemimpin yang Berintegritas

rctiplus.com
2 jam lalu
Cover Berita
Muktamar NU Harus Melahirkan Pemimpin yang BerintegritasNasional | sindonews | Minggu, 2 Agustus 2026 - 16:29Dengarkan Berita

Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar pada 27-31 Agustus 2026 di Jombang, Jawa Timur, harus melahirkan pemimpin yang berintegritas. Sebab, NU bukan hanya sekadar organisasi masyarakat keagamaan, tetapi juga kekuatan sosial yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan umat, kebangsaan, dan kemanusiaan.

Ada 140 juta jiwa warga Indonesia yang mengidentifikasi dirinya sebagai Nahdliyin, menurut survei Alvara Research Center pada akhir 2025. Menurut Hatim Gazali, salah satu tokoh muda NU, dengan skala organisasi sebesar itu, Muktamar bukan semata-mata sebagai ajang memilih figur, melainkan momentum menentukan arah kepemimpinan NU menghadapi tantangan sosial, politik, ekonomi, dan teknologi yang semakin kompleks.

Hatim mengatakan ada sembilan kriteria yang penting dimiliki Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mendatang. Kriteria tersebut meliputi kemampuan menjadi pemersatu di tengah dinamika internal organisasi, memiliki akar yang kuat di dunia pesantren, serta memiliki pengalaman panjang berkhidmat dari tingkat ranting hingga kepengurusan pusat.

Baca Juga:Menhut Raja Juli Bakal Kooperatif soal Pengusutan Kasus Bupati Kuansing

Baca juga: Bakal Dihadiri 3.000 Peserta, Gus Ipul Ungkap Persiapan Muktamar ke-35 NU di Tambakberas

“Selain itu, pemimpin NU perlu memiliki wawasan nasional dan global, menjaga independensi organisasi dengan tidak menjadi bagian dari partai politik maupun tidak sedang menduduki jabatan politik, serta mampu menjadikan NU sebagai kekuatan masyarakat sipil yang tetap kritis sekaligus konstruktif,” kata Hatim di Jakarta, Minggu (2/8/2026).Kriteria berikutnya, kepemimpinan NU ke depan harus berpihak kepada kelompok masyarakat yang lemah, mampu menjaga tradisi pesantren sembari mendorong modernisasi organisasi, serta memiliki kapasitas keulamaan, kemampuan organisasi, integritas, dan rekam jejak kerja yang teruji.

Menurut Hatim, pemimpin NU harus memiliki kriteria tersebut agar NU tetap mampu menjaga muruah pesantren, memperkuat pelayanan kepada warga, serta meningkatkan kontribusinya dalam menjawab berbagai persoalan bangsa dan tantangan global.

Baca Juga:Polda Metro Bantah Penangkapan Roy Suryo Bak Teroris

Lihat video: Konflik Internal PBNU Memanas!Hatim juga berharap Muktamar PBNU tidak hanya menghasilkan figur yang memperoleh dukungan politik terbesar, tetapi juga pemimpin yang memiliki kapasitas menyatukan organisasi, menjaga independensi NU, memperkuat khidmah kepada umat, dan membawa organisasi memasuki abad keduanya dengan visi yang lebih kuat. Hatim mendesak, penilaian terhadap para kandidat tidak semata didasarkan pada popularitas atau dukungan politik, melainkan pada rekam jejak pengabdian, kapasitas kepemimpinan, integritas, serta kemampuan menjaga marwah dan kemandirian Nahdlatul Ulama.

Hatim meminta agar warga Nahdliyin mengawal para pimpinan cabang dan wilayah mereka masing-masing, untuk memilih calon ketum yang memenuhi sembilan kritera di atas. Jika tidak, NU tetap akan berkubang dalam gejolak internal, intrik politik, dan tidak bisa memberikan solusi bagi kemaslahatan umat.

#nasional

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ketua KPK Puji Hoegeng Awards, Harap Integritas Polri Terus Dijaga
• 10 jam laludetik.com
thumb
Unai Emery Puji Taktik Indonesia All Stars Hadapi Aston Villa, Kurniawan Dwi Yulianto Pilih Rendah Hati
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Omongan Prabowo Bisa Jadi Provokator Demo
• 31 menit laluwartaekonomi.co.id
thumb
Menko Polkam: Indonesia Tetap Menarik bagi Investor di Tengah Dinamika Global
• 17 jam lalurepublika.co.id
thumb
Cerita Satu RT di Jakarta Siapkan Tabungan Air untuk Hadapi Kekeringan
• 14 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.