Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Vietnam, Kim Sang-sik mengakui ternyata hasil mata-matai yang dia lakukan pada Timnas Indonesia tak berpengaruh pada Piala AFF 2026.
Kim Sang-sik sempat tertangkap basah ketika Timnas Indonesia tampil menghadapi Mozambik di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Juni lalu.
Saat itu, Vietnam yang memilih untuk tak berpartisipasi pada FIFA Matchday edisi Juni justru membuat Kim Sang-sik datang langsung ke Stadion GBK untuk memata-matai Timnas Indonesia.
Kala itu, pelatih Timnas Indonesia John Herdman sudah mengingatkan Kim Sang-sik bahwa percuma untuk memata-matai karena skuad yang diturunkannya berbeda dari Piala AFF 2026.
Kim Sang-sik pun akhirnya mengakui kedatangannya ke Stadion GBK tak berpengaruh pada hasil pertandingan besok, antara Timnas Indonesia melawan Vietnam di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (2/8/2026).
"Saya menonton pertandingan itu secara langsung, tapi dibandingkan dengan sekarang," katanya.
Timnas Indonesia diperkuat oleh mayoritas pemain Super League ditambah dengan Mitchell Baker yang baru mendapatkan paspor Indonesia.
Justru dengan skuad ini, Timnas Indonesia berhasil mengalahkan Kamboja dan Timor Leste.
"Timnas Indonesia telah banyak berubah, data dari pertandingan itu tidak terlalu membantu saat ini," katanya.
Walau tidak membantunya, Kim Sang-sik merasa bahwa John Herdman telah menyamakan gaya bermain baik skuad di FIFA Matchday Juni lalu dan Timnas Indonesia di Piala AFF.
"Meskipun demikian, itu membantu saya memvisualisasikan gaya bermain sepak bola yang ingin diterapkan Indonesia," katanya.
Vietnam dan Timnas Indonesia bahkan tak saling bertemu di H-1 pertandingan di mana kedua tim seharusnya menjalani official training di Stadion Pakansari.
Berbeda dari Vietnam yang tetap berada di Pakansari untuk melangsungkan OT dan konferensi pers di Stadion Pakansari, John Herdman memilih untuk tetap menggunakan Stadion GBK untuk menjalani agenda mereka jelang pertandingan.
"Dapat dimengerti bahwa Timnas Indonesia tidak berlatih di stadion pertandingan hari ini karena itu adalah kandang mereka," kata pelatih berusia 49 tahun ini.
"Terlepas dari di mana mereka berlatih, yang terpenting bukanlah bagaimana lawan mempersiapkan diri, tapi bagaimana kita menunjukkan semangat juang dan persiapan kita di lapangan," tutupnya. (hfp)




