JAKARTA, KOMPAS.com - Penyelenggaraan Tangsel Fun Walk & Run Festival 2026 pada Minggu (2/8/2026) diprotes peserta akibat dugaan keterlambatan distribusi medali finisher yang memicu kekecewaan.
Selain persoalan medali, peserta juga menyoroti perubahan jadwal pengambilan race pack hingga belum adanya kejelasan terkait doorprize yang dijanjikan panitia.
Salah seorang peserta, Alan, mengaku telah menemukan sejumlah kejanggalan sejak proses pengambilan race pack sehari sebelum acara berlangsung.
Baca juga: Petugas Damkar Jakarta Timur yang Meninggal Saat Tugas Punya Riwayat Sakit Jantung
Ia mengatakan, jadwal pengambilan race pack yang semula diumumkan berlangsung pada Jumat (31/7/2026) mendadak dibatalkan. Penyelenggara kemudian menjadwalkan ulang pengambilan race pack pada Sabtu (1/8/2026), sehari sebelum perlombaan.
"Jadi mereka (pihak penyelenggara) nginfoin pengambilan race pack itu hari Jumat. Nah, pas hari H-nya tiba-tiba di-cancel. Pas mau ngambil tuh tiba-tiba di-cancel. Terus diumumin lagi besoknya (Sabtu), bisa ngambil dari jam 11.00 WIB sampai jam 21.00 WIB malam," jelas Alan saat dihubungi melalui telepon, Minggu.
Saat mengambil race pack, Alan mengaku tidak ada proses verifikasi barcode maupun identitas peserta sebagaimana lazim dilakukan dalam ajang lari.
Ia mengatakan, petugas hanya menanyakan jumlah tiket yang dimiliki peserta sebelum menyerahkan race pack.
"Setelah itu yang jadi masalah lagi, kan kita sudah pesan (jersey) sesuai ukuran masing-masing kan ya. Dia tiba-tiba bilang kayak, "Maaf, ukuran M ke atas itu udah enggak ada, udah habis.' Terus, saya tanya, 'Loh kenapa?' (Dijawab) 'Iya, karena masih di jalan.' Dia bilang gitu," kata Alan.
Menurut Alan, kejanggalan juga terlihat saat perlombaan berlangsung. Ia mengaku hampir tidak melihat keberadaan marshal maupun panitia yang bertugas mengarahkan peserta di sepanjang rute.
Baca juga: Komdigi Tegur YouTube Usai Bigmo Promosi Vape: Anak-anak Harus Dilindungi
Ia hanya melihat sejumlah orang mengenakan rompi yang mengatur arus peserta, tetapi tidak mengetahui apakah mereka merupakan panitia resmi atau bukan.
"Sepanjang jalan yang ngarahin enggak ada. Cuma orang pakai rompi, kayak tukang parkir. Enggak ada panitianya," ujar Alan.
Ia juga menilai pengaturan jalur lomba tidak berjalan dengan baik. Bahkan, salah seorang temannya sempat mendapatkan arahan yang keliru di salah satu titik water station.
Setelah menyelesaikan lomba sekitar pukul 07.30 WIB, Alan mengaku tidak langsung mendapatkan medali finisher. Kondisi tersebut kemudian memicu protes dari sejumlah peserta.
"Saya balik lagi ke lokasi sekitar jam 11.00 WIB, karena ada informasi pengambilan medali. Pas sampai tanya ke satpam, malah dibilang enggak tahu. Akhirnya saya cari sendiri sampai ke pintu selatan," kata Alan.
Ia mengaku tidak menemukan booth resmi panitia saat mengambil medali. Menurut dia, medali justru dibagikan oleh seseorang yang diduga merupakan pihak vendor, bukan panitia penyelenggara.





