REPUBLIKA.CO.ID, KUNINGAN -- Sebanyak 95 jamaah umroh asal Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, terpaksa tertunda keberangkatannya ke Tanah Suci akibat terkendala visa. Padahal, mereka sudah sempat menunggu di Bandara Soekarno Hatta (Soetta).
Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, pun langsung merespon kejadian yang menimpa warganya tersebut. Melalui sambungan video call, ia berdialog langsung dengan perwakilan keluarga jamaah, pihak biro travel, serta kepala Kantor Haji dan Umrah untuk memperoleh informasi sekaligus memastikan hak-hak para jamaah dipenuhi pihak penyelenggara perjalanan umrah, Ahad (2/8/2026).
Baca Juga
DPR Tegaskan UU Haji dan Umrah tak Kriminalisasi Jamaah Umrah Mandiri
Arab Saudi Luncurkan Visa Khusus, Jamaah Umrah Bisa Berkali-kali Masuk Saudi
Kemenhaj Saudi Imbau Jamaah Gunakan Panduan Umrah dan Ziarah
Berdasarkan keterangan pihak penyelenggara travel, 124 jamaah dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci. Dari jumlah tersebut, 29 jamaah yang menggunakan maskapai Garuda Indonesia berhasil diberangkatkan sesuai jadwal karena visa mereka telah terbit lebih dahulu. Sementara itu, 95 jamaah yang dijadwalkan berangkat menggunakan maskapai Saudia Airlines pada Jumat (31/7/2026) pukul 21.40 WIB mengalami penundaan. Hal itu akibat gangguan teknis pada sistem penerbitan visa di Arab Saudi. .rec-desc {padding: 7px !important;} Visa para jamaah itu baru terbit sekitar pukul 22.00 WIB. Sedangkan pesawat sudah terlanjur terbang karena maskapai tidak dapat menunda penerbangan. Akibat kondisi tersebut, sebagian jamaah memilih kembali sementara ke Kabupaten Kuningan. Sedangkan sebagian lainnya tetap berada di Jakarta sambil menunggu kepastian jadwal keberangkatan.