Kota Probolinggo, Jawa Timur (ANTARA) - Festival Gir Sereng yang diselenggarakan Kelompok Masyarakat (Pokmas) Laba-laba di Kota Probolinggo, Jawa Timur, untuk melestarikan budaya dan mendongkrak sektor ekonomi lokal di kawasan Pantai Permata Pilang, Kota Probolinggo.
Wali Kota Probolinggo Aminuddin membuka Festival Gir Sereng yang berlangsung penuh kekeluargaan di Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Minggu.
"Saya mengajak masyarakat untuk terus melestarikan warisan budaya lokal sebagai identitas daerah, sekaligus memperkuat tali silaturahmi antarwarga," kata Wali kota Probolinggo Aminuddin dalam sambutannya pada acara tersebut.
Festival itu menghadirkan 23 stan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang diikuti para pelaku usaha lokal serta pedagang kaki lima (PKL). Berbagai hiburan seni budaya turut memeriahkan acara sebagai wujud pelestarian budaya lokal sekaligus upaya menggerakkan perekonomian masyarakat.
"Melalui kegiatan seni dan budaya seperti itu, masyarakat tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga mempererat persaudaraan dan kebersamaan," katanya lagi.
Momentum tersebut juga dimanfaatkan Wali kota Aminuddin untuk menyerukan pada masyarakat, agar menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
"Saya mengimbau seluruh warga memasang bendera merah putih serta lampu hias di lingkungan masing-masing agar Kota Probolinggo dapat mempertahankan prestasi sebagai daerah yang meriah dalam memperingati hari-hari nasional," katanya pula.
Selain itu, wali kota memberikan apresiasi kepada penyelenggara karena mampu menghadirkan kegiatan yang tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga memberikan ruang bagi UMKM untuk berkembang sehingga berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat.
"Kami juga punya rencana strategis pengembangan kawasan Pantai Permata Pilang yang akan diperluas hingga mencapai 34 hektare sebagai bagian dari pengembangan destinasi wisata, penghijauan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," katanya lagi.
Pembukaan festival diawali dengan penampilan seni tari dari Sanggar Tri Sukma yang dibawakan lima penari, dilanjutkan penampilan tari dari Sanggar Puri Rahayu dengan satu penari.
Suasana semakin semarak dengan pertunjukan drama kolosal dari Sanggar Gunung Gembok bertajuk "Buto Ijo dan Roro Anteng" yang mengisahkan terbentuknya Gunung Batok di kawasan Bromo.
Salah seorang warga Thoyibah berharap festival itu mampu menjadi agenda tahunan yang semakin memperkuat identitas budaya Kelurahan Pilang, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor ekonomi kreatif dan pariwisata.
Baca juga: Festival Mangrove Jatim di Probolinggo jaga kelestarian lingkungan
Baca juga: Seven Lakes Festival 2025 dongkrak wisata dan ekonomi di Probolinggo
Wali Kota Probolinggo Aminuddin membuka Festival Gir Sereng yang berlangsung penuh kekeluargaan di Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Minggu.
"Saya mengajak masyarakat untuk terus melestarikan warisan budaya lokal sebagai identitas daerah, sekaligus memperkuat tali silaturahmi antarwarga," kata Wali kota Probolinggo Aminuddin dalam sambutannya pada acara tersebut.
Festival itu menghadirkan 23 stan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang diikuti para pelaku usaha lokal serta pedagang kaki lima (PKL). Berbagai hiburan seni budaya turut memeriahkan acara sebagai wujud pelestarian budaya lokal sekaligus upaya menggerakkan perekonomian masyarakat.
"Melalui kegiatan seni dan budaya seperti itu, masyarakat tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga mempererat persaudaraan dan kebersamaan," katanya lagi.
Momentum tersebut juga dimanfaatkan Wali kota Aminuddin untuk menyerukan pada masyarakat, agar menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
"Saya mengimbau seluruh warga memasang bendera merah putih serta lampu hias di lingkungan masing-masing agar Kota Probolinggo dapat mempertahankan prestasi sebagai daerah yang meriah dalam memperingati hari-hari nasional," katanya pula.
Selain itu, wali kota memberikan apresiasi kepada penyelenggara karena mampu menghadirkan kegiatan yang tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga memberikan ruang bagi UMKM untuk berkembang sehingga berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat.
"Kami juga punya rencana strategis pengembangan kawasan Pantai Permata Pilang yang akan diperluas hingga mencapai 34 hektare sebagai bagian dari pengembangan destinasi wisata, penghijauan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," katanya lagi.
Pembukaan festival diawali dengan penampilan seni tari dari Sanggar Tri Sukma yang dibawakan lima penari, dilanjutkan penampilan tari dari Sanggar Puri Rahayu dengan satu penari.
Suasana semakin semarak dengan pertunjukan drama kolosal dari Sanggar Gunung Gembok bertajuk "Buto Ijo dan Roro Anteng" yang mengisahkan terbentuknya Gunung Batok di kawasan Bromo.
Salah seorang warga Thoyibah berharap festival itu mampu menjadi agenda tahunan yang semakin memperkuat identitas budaya Kelurahan Pilang, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor ekonomi kreatif dan pariwisata.
Baca juga: Festival Mangrove Jatim di Probolinggo jaga kelestarian lingkungan
Baca juga: Seven Lakes Festival 2025 dongkrak wisata dan ekonomi di Probolinggo





