Negara Ini Diam-Diam Cuan Besar dari Kirim 2.500 Senjata ke Israel

cnbcindonesia.com
5 jam lalu
Cover Berita
Foto: Kendaraan militer Israel berdiri di dekat perbatasan Israel-Gaza, di Israel, 15 Mei 2025. (REUTERS/Amir Cohen)

Jakarta, CNBC Indonesia - Amnesty International mengungkapkan bahwa sejumlah perusahaan milik negara maupun swasta di India telah mengirimkan setidaknya 2.596 pasokan militer ke Israel selama konflik di Gaza berlangsung. Laporan terbaru tersebut merinci pengiriman berbagai jenis persenjataan, amunisi, hingga komponen militer yang dilakukan dalam periode Oktober 2023 hingga November 2025.

Sekretaris Jenderal Amnesty International Agnes Callamard menegaskan bahwa pemerintah India seharusnya menyadari risiko besar di balik kebijakan fasilitasi transfer senjata tersebut. Ia menyoroti bagaimana keuntungan komersial tetap dikejar oleh perusahaan-perusahaan terkait di tengah penderitaan yang terus berlangsung di wilayah konflik.


Baca:Peta Kekuatan Militer 15 Negara Timur Tengah 2026, Siapa Terkuat?

"Mengingat adanya perintah tindakan sementara dari Mahkamah Internasional yang mengakui risiko genosida terhadap warga Palestina di Gaza, otoritas India tidak dapat secara kredibel berargumen bahwa mereka tidak mengetahui hal tersebut. Keputusan untuk mengizinkan serta memfasilitasi transfer senjata ke Israel membawa risiko besar dan berkontribusi pada pelanggaran serius hukum internasional," kata Callamard dilansir Middle East Eye, dikutip Minggu (2/8/2026).

Berdasarkan laporan "Made in India: The Supply of Weapons and Ammunition to Israel", total pengiriman tersebut mencakup 564.970 bagian persenjataan peledak, termasuk hulu ledak drone dan selongsong peluru artileri.

Selain itu, terdapat 390.516 suku cadang senjata ringan kelas militer serta ratusan komponen kendaraan tempur yang dikirimkan kepada pemasok utama militer Israel.

"Perusahaan India terus mendapat untung dengan memasok komponen dan amunisi yang ditujukan untuk sektor pertahanan Israel," tambah Callamard.

Baca:Mau Dipakai di India, Teknologi Kebanggaan RI Sudah Ada di Mana-mana

Sementara itu, hubungan pertahanan antara New Delhi dan Tel Aviv tercatat mengalami percepatan signifikan dalam satu dekade terakhir di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Narendra Modi.

India saat ini tercatat sebagai pembeli senjata Israel terbesar di dunia, bahkan beberapa produsen senjata Israel telah mendirikan fasilitas produksi melalui usaha patungan dengan perusahaan-perusahaan India.

"Masalah ekspor India, termasuk ekspor apa pun yang secara langsung atau tidak langsung memiliki implikasi militer, dipandu oleh kepentingan nasional kami dan oleh komitmen kami terhadap berbagai rezim," tegas Menteri Urusan Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar pada Desember 2024 lalu.

Pemerintah India sendiri merupakan salah satu pendukung terkuat Israel dan menolak seruan untuk memberlakukan embargo senjata.

Hingga Juli 2026, tercatat setidaknya sebanyak 247.387 warga Palestina telah menjadi korban jiwa maupun luka sejak kampanye militer Israel diluncurkan di Gaza sebagai respons atas serangan kelompok Hamas.


(hsy/hsy)
Saksikan video di bawah ini:
Video: RI-India Perkuat Kerja Sama Industri Pertahanan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BGN Tegaskan Nol Toleransi terhadap Insiden Keamanan Pangan MBG
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pakar Minta Publik Kawal RUU Perampasan Aset: Tonggak Penting Reformasi Hukum
• 22 jam laludetik.com
thumb
Surabaya dan Sebagian Besar Jatim Diprakirakan Cerah, Hujan Berpotensi Landa Probolinggo
• 19 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Ketum TP PKK Salurkan Bantuan untuk Sekolah Rakyat di Biak Numfor
• 10 jam laludetik.com
thumb
Belum Rampung Dinaturalisasi untuk Bela Timnas Indonesia, Pemain MU Ini Malah Kena Nasib Apes dan Terancam Absen di Super League
• 16 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.